Regenerasi Pengrajin Perak di Yogyakarta Perlu Dukungan Teknologi
YOGYAKARTA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasna) DIY menilai proses regenerasi pengrajin perak di daerah tersebut memerlukan dukungan teknologi modern. Meski secara prinsip, kegiatan produksi yang dilakukan tetap berupaya melestarikan teknik tradisional.
Wakil Ketua Dekrasda DIY Syahbenol Hasibuan menyebut, penggunaan teknologi modern menjadi kebutuhan agar proses regenerasi bisa berjalan. “Jika hanya menggunakan cara-cara tradisional lama-lama tidak akan banyak generasi muda yang tertarik,” tandasnya, Selasa (7/11/2017).
Selain efektif mendukung regenerasi, penggunaan alat produksi berbasis teknologi juga akan mendukung peningkatan daya saing kerajinan perak. Selain lebih memudahkan proses produksi, dengan penggunaan teknologi, kualitas produk yang dihasilkan diyakini akan lebih baik.
Menurut Syahbenol, Dekranasda DIY bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY akan membantu proses penerapan teknologi baru seperti yang digunakan para perajin perak atau silver di Malaysia dan Thailand. “Kami sudah melakukan studi banding ke Malaysia dan Thailand. Teknologi yang digunakan memang mampu membantu proses produksi lebih cepat dengan kualitas yang bagus,” kata dia.
Hingga saat ini sebagian besar perajin perak di Kota Gede Yogyakarta masih menggunakan cara serta peralatan tradisional untuk berproduksi. Selain di Kota Gede, sentra kerajinan perak di DIY juga terdapat di Pampang, Paliyan, Gunung Kidul.
Wakil Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Kecil Mataram (Asperam) Yogyakarta, Pandit Anggoro mengatakan jika saat ini satu pengrajin di Kotagede rata-rata hanya mampu mencetak hasil produksi dengan jumlah rata-rata 10 unit dalam sehari. Jumlah tesebut sangat jauh jika dibandingkan dengan produksi menggunakan bantuan teknologi modern.
Dengan memanfaatkan teknologi, produksi yang dilakukan bisa masuk ke skala yang lebih besar. “Dengan teknologi dimungkinkan akan mampu menekan biaya operasional karena proses pembuatan lebih cepat,” pungkasnya. (Ant)