LEBAK – Produksi palawija di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sampai Oktober 2017 menembus 33.780 ton dari luas tanam 17.406 hektare dengan panen 3.854 hektare.
“Kami minta petani terus meningkatkan produksi guna menunjang kedaulatan pangan nasional,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Selasa.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung produksi pangan agar meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Apalagi masyarakat Kabupaten Lebak kebanyakan berprofesi petani dan tinggal di pedesaan.
Selama ini, usaha pertanian palawija cukup menjanjikan pendapatan ekonomi karena permintaan pasar cenderung meningkat.
Namun petani di sini komoditas palawija belum dijadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat.
Biaya produksi palawija relatif tinggi dibandingkan tanaman pangan. Karena itu, kebutuhan palawija masih didatangkan dari luar daerah akibat tingginya biaya produksi itu.
“Kami berharap ke depan komoditas palawija bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.
Dede mengajak petani agar memperluas dan mengembangkan tanaman palawija guna mendongkrak produksi pangan sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.
Produksi palawija yang terdiri atas enam komoditas itu sampai Oktober 2017 mencapai 33.780 ton dengan luas lahan garapan 17.406 hektare dan panen seluas 3.854 hektare.
Dari produksi 33.780 ton antara lain jagung 6.215 ton, kedelai 1197 ton, kacang tanah 259 ton, kacang hijau 25 ton, ubi kayu 22,804 ton, dan ubi jalar 4.180 ton.
“Kami minta petani tingkatkan kualitas produksi palawija karena permintaan pasar sangat prospektif,” katanya. (Ant)