Portugal Resmikan Pusat Peringatan Tsunami

JENEWA – Portugal secara resmi akan membuka Pusat Peringatan Tsunami Nasional pada 21 November mendatang. Fasilitas tersebut akan memperluas kemampuan Eropa untuk mengeluarkan peringatan tsunami kepada rakyatnya.

“Pusat tersebut akan memantau sebuah wilayah yang pernah dilanda gempa bumi kuat dan diikuti dengan tsunami hebat hingga menghancurkan Lisabon pada 1755,” ungkap Kantor Urusan Penurunan Risiko Bencana PBB UNISDR dalam pernyataan resminya, J umat (3/11/2017).

UNISDR menyebut, ada kekhawatiran bahwa hanya 16 dari 39 negara yang berisiko di wilayah Atlantik Timur Laut, Mediterania (NEAM) serta kawasan yang terhubung dengan laut dan memiliki akses Peringatan Dini Tsunami. Sementara sejak tahun 2000, sudah lebih dari 11 juta orang terkena dampak tsunami.

“Bencana itu telah menewaskan sekitar 250.000 orang, dengan jumlah terbanyak ada Indonesia, Sri Lanka, Jepang, India dan Thailand,” tambah pernyataan tersebut.

Menjelang Hari Kesadaran Tsunami Dunia pada 5 November, kepala Unit Tsunami Komisi Oseanografi Antarpemerintah, Thorkhil Aarup, mengatakan, Kemajuan penting telah dicapai sejak 2005 dalam pengembangan peringatan tsunami dan sistem mitigasi NEAM.

Sistem peringtan dini yang dibangun tersebut berfungsi dan Penyedia Layanan Tsunami di Prancis, Yunani, Italia dan Turki. Informasi yang dimiliki dikirim dalam bentuk peringatan ke negara-negara di kawasan yang berlangganan informasi.

Untuk jangka panjang, UNISDR mengatakan sistem seperti itu akan menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi kerugian ekonomi di wilayah-wilayah yang masih menghadapi risiko tinggi walaupun ada interval panjang antara tsunami satu dengan tsunami berikutnya.

“Kami memanfaatkan Hari Persiapan Tsunami Dunia untuk mengimbau seluruh negara anggota di wilayah NEAM yang berisiko terkena tsunami agar mulai menggunakan layanan-layanan yang bisa mereka dapatkan,” kata Aarup.

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Penurunan Risiko Bencana, Robert Glasser, mengatakan bahwa tsunami Samudera Hindia pada 2004 merupakan titik balik dalam sistem peringatan dini tsunami, menyusul tewasnya 230.000 orang.

“Tidak ada keraguan bahwa jumlah korban meninggal dari kejadian yang jarang namun tak terelakkan itu sebenarnya mungkin bisa dikurangi secara signifikan jika sistem peringatan dini Samudra Hindia yang ada kini ini diterapkan saat itu,” kata Glasser. (Ant)

Lihat juga...