PLN Targetkan 10 SPLU Beroperasi di Balikpapan

BALIKPAPAN – Hingga akhir tahun 2017, PLN menargetkan 10 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) beroperasi di Kota Balikpapan. Sejak bulan Agustus hingga Oktober 2017, SPLU yang beroperasi sebanyak 3 unit yaitu di kawasan Asrama Haji Batakan, Lapangan Poni Balikpapan Barat dan salah satu pusat perbelanjaan di Balikpapan Super Blok.

Penambahan SPLU itu seiring dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang menggunakannya. Sasaran dari pengadaan SPLU adalah menfasilitasi Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk memenuhi kebutuhan listrik.

“Sekarang sudah 3 SPLU yang beroperasi yaitu di Asrama Haji, lapangan Poni dan Balikpapan Super Blok. Kita akan tambah sampai 10, dicari lokasi yang jaringan listriknya sesuai dan kebutuhannya,” ungkap Manajer PLN Area Balikpapan, Natan, Rabu (1/11/2017).

Awalnya SPLU dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ataupun PKL. Namun, seiring perkembangan teknologi SPLU dapat digunakan mengisi ulang kendaraan listrik.

“Masyarakat yang mengisi energi listrik di SPLU sesuai dengan kebutuhan. Ada yang isi untuk dinamonya atau genset, ada juga untuk kendaraannya. Untuk sepeda ada yang 70 watt dan pokoknya sesuai kebutuhan,” paparnya.

Natan menjelaskan SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe yaitu tipe hook yang dapat ditemui pada tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. Sedangkan SPLU yang ada di kota Balikpapan merupakan tipe hook yang terdiri dari 2 KH Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA.

“Banyak kaki lima daripada pakai aw atau genset maka bisa disediakan. Caranya sama digunakan pakai token. Penggunaannya tergantung sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Dia mengharapkan dengan kehadiran SPLU di kota minyak maka kebutuhan energi listrik untuk kendaraan listrik dan UMKM dapat terpenuhi, sekaligus mendorong perekonomian daerah.

Peresmian SPLU di salah satu pusat perbelanjaan Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...