Perajin Anyaman Bambu Ciamis Ini Bertahan dengan Bersahaja

CIAMIS — Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Sajud (80), salah seorang warga di Dusun Ciakar, RT 01, RW 01, Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengandalkan keahliannya di bidang ayaman bambu. Dan usaha tersebut telah ditekuninya, kurang lebih selama 10 tahun lalu.

Ditemui di depan rumahnya, Selasa (07/11), Sajud, mengungkapkan bahwa dirinya menekuni usaha anyaman ini semata-mata adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. keahlian membuat anyaman ini diperoleh secara turun temurun.

“Usaha ayaman bambu ini, sudah sejak lama saya jalankan. Lumayan cukup untuk memenuhi nafkah kebutuhan hidup sehari-hari keluarga,” ujarnya

Sajud, mengatakan bahwa dalam membuat kerajinan anyaman bambu saat ini, kendala yang dihadapi adalah modal dan konsumen yang membutuhkannya. Karena, akibat dari perkembangan zaman. Masyarakat kini lebih memilih bahan yang terbuat dari plastik ketimbang, perabotan rumah tangga yang terbuat dari bambu.

Lanjut Sajud, profesi dan keahlian yang diperolehnya secara turun temurun ini, kini sedikit demi sedikit sudah mulai terkikis oleh zaman. Hal tersebut menjadikan Sajud, khawatir akan keberadaan usaha yang digelutinya selama puluhan tahun tersebut akan sirna oleh zaman.

Dalam menggeluti usaha anyaman bambu tersebut, Sajud, menjelaskan dirinya dalam sehari-harinya bisa membuat 3-5 jenis perabotan rumah tangga, yang terbuat dari anyaman bambu, seperti kipas, tampah, bakul, keranjang dan lain-lain. Harga jualnya pun sangat terjangkau oleh warga masyarakat, yaitu sekitar Rp20.000 untuk satu jenis barang.

“Tidak banyak uang yang diperoleh dari hasil menjual barang-barang kebutuhan rumah tangga dari bambu ini. Tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan, dan menjaga keahlian yang diperolehnya secara turun temurun tersebut,” katanya.

Sajud, berharap kepada Pemerintah, untuk bisa memberikan bantuan modal usaha, dan membantu memasarkan hasil-hasil kerajinan yang dihasilkannya tersebut, serta mengajak kepada warga masyarakat yang ada di wilayah desa tersebut, untuk mau belajar dan mengembangkan usaha kerajinan anyaman bambu tersebut.

 

Lihat juga...