Pengadilan Turki Bebaskan Terduga Teroris Dengan Jaminan

ISTANBUL – Pengadilan Turki telah membebaskan seorang warga Inggris, yang menghadapi tuduhan bergabung dengan sebuah organisasi teroris. Terduga bernama Joseph Robinson dibebaskan dengan jaminan.

Joseph Robinson adalah seorang mantan tentara Inggris. Dia dituduh bertempur bersama milisi YPG Kurdi Suriah. Robinson ditangkap pada Juli saat berlibur di kota Didim, Turki barat daya. Robinson telah membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya dalam sebuah pembelaan di persidangan awal.

Robinson menyebut, kepergiaanya ke Suriah untuk membantu memberikan bantuan medis kepada korban perang sipil di sana. Robinson terancam hukuman penjara hingga 10 tahun jika terbukti bersalah, kata media setempat.

Sementara Turki menganggap YPG adalah sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan, yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade di tenggara Turki dan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa serta Turki.

Sementara itu tunangan Robinson yang berasal dari Bulgaria juga menghadapi tuduhan melakukan propaganda teroris dalam kasus yang sama. Namun sudah , dibebaskan sebelum dimulainya persidangan dan hanya dijatuhi larangan bepergian.

Sebelumnya, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Selasa (13/11/2017) mengecam AS karena mendukung kesepakatan yang diduga dicapai antara YPG dan IS di Ar-Raqqah di Suriah. Yildirim menggaris-bawahi bahwa Turki telah berulangkali memperingatkan AS agar tidak bekerjasama dengan kelompok teror guna memerangi kelompok teror lain.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika dan didominasi oleh anggota cabang kelompok Partai Pekerja Kurdistan di Suriah dan Partai Uni Demokratik (PYD) dan sayap bersenjatanya, YPG, mengumumkan pembebasan Ar-Raqqah, yang pernah menjadi Ibu Kota IS.

Satu laporan pada Senin (20/11/2017) mengatakan satu kesepakatan rahasia antara SDF dan IS membantu ribuan petempur Suriah dan asing serta keluarga mereka menyelamatkan diri dari Ar-Raqqah dengan membawa senjata dan amunisi mereka. Menurut laporan tersebut, rombongan pengungsian itu terdiri atas hampir 50 truk dan 13 bus, selain lebih dari 100 kendaraan milik petempur IS. Sepuluh truk berisi senjata dan amunisi.

Juru bicara Pentagon pada Senin (20/11/2017) mengatakan kesepakatan tersebut adalah bagian dari penyelesaian lokal bagi masalah lokal dan Washington menghormatinya. (Ant)

Lihat juga...