KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (4/11/2017) membentuk asosiasi futsal. Lembaga tersebut nantinya diharapkan bisa membantu kegiatan wahana latihan dan pengkaderan atlet setempat.
Tingginya minat masyarakat untuk menekuni salah satu cabang olahraga tersebut mendorong pemerintah setempat untuk memfasilitasi sejumlah kebutuhannya. Hal tersebut diharapkan akan mendorong semakin banyak pemain futsal ikut bergabung dan futsal di Kediri suatu saat bisa menyumbangkan prestasi.
“Di Kediri sudah dibentuk asosiasi futsal, tapi ini belum dilengkapi dengan perangkat lain semisal aturan pertandingan, wasit, hingga mekanisme pembinaan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar di Kediri, Sabtu (4/11/2017).
Asosiasi disebutnya penting dan dibutuhkan untuk dimiliki oleh Kota Kediri. Banyak atlet yang berminat bergabung di olahraga futsal, tapi selama ini belum ada media yang membawahinya. Untuk itu, pemkot dengan lembaga terkait berkomitmen untuk membuat asosiasi.
Di Kediri saat ini yang sudah ada adalah untuk sepak bola. Namun, pemkot ingin mewadahi aspirasi para atlet yang ternyata sangat tertarik dalam olahraga futsal, sehingga membuat asosiasi ini. “Jadi, yang sepak bola biarkan sepak bola, futsal ya futsal. Ini agar pengkaderan lebih fokus, atlet bisa berlatih maksimal,” tambahnya.
Nur sangat mendukung keberadaan beragam kompetisi futsal di Kediri, yang salah satunya digelar oleh para santri yang tergabung di Asparagus (aspirasi para gus, julukan atau panggilan untuk putra yang akrab di kalangan pesantren). Kegiatan tersebut juga upaya mendukung futsal di Kediri lebih Hidup.
Kegiatan kompetisi futsal Asparagus memang sengaja diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan hari santri. Acara ini diadakan oleh Asparagus Kediri dan diikuti berbagai pondok pesantren di Kediri dan sekitarnya.
“Futsal ini dalam rangka hari santri yang diikuti asparagus, dari berbagai pondok pesantren, Kediri dan beberapa di Jatim. Tadi, mengawali ada pertandingan para gus dari dari muspida,” katanya menambahkan.
Panitia Turnamen Futsal Asparagus, Agung Rahman Al-Kautsar mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya lebih meningatkan persatuan di antara pondok pesantren. Dengan adanya kegiatan itu, akan semakin terjaga kekompakan. “Kami ingin agar kekompakan pondok bisa terjaga. Persatuan pondok juga menjadi lebih baik. Ini pesertanya juga banyak, dari Kediri, Malang, dan beberapa kota lain,” katanya.
Turnamen Futsal Asparagus diikuti 18 tim yang berkompetisi. Mereka akan bertanding mewakili pondok pesantren mereka dan memperebutkan berbagai macam penghargaan. (Ant)