Murid SD di Maumere Terlantar, Wali Murid Kesal

MAUMERE – Pengelola Sekolah Dasar (SD) Pendidikan Layanan Khusus (PLK) Yayasan Cerdas Anak Bangsa harus serius mengurus sekolah yang berada di Dusun Wairbukang Desa Wairterang Kecamatan Waigete bila tidak ingin anak-anak sekolah terlantar.

Bernadus Brebo, Ketua Komite PLK Cerdas Anak Bangsa sekaligus Ketua RT 017 kampung Wairbukang saat dihubungi Cendana News Kamis (2/11/2017) sore mengakui, kegiatan belajar mengajar masih tetap sama bahkan dalam sebulan hanya 3 atau 4 kali kegiatan belajar mengajar sehingga anak-anak merasa terlantar.

“Kami orang tua murid merasa kesal sebab dana bantuan dari Kementrian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi NTT bernilai ratusan juta rupiah tidak ada hasilnya dan anak-anak kami sepertinya dijual untuk mendapatkan dana,” tuturnya.

Dalam beberapa hari ini, sebut Bernadus, guru yang datang cuma satu orang saja dan tidak mengajar lalu pulang sehingga anak-anak didik hanya setiap sore belajar membaca dari buku-buku yang dibagikan wartawan dan sumbangan dari Gerakan Katakan dengan Buku.

Selain itu lanjutnya, setelah tayang di media Cendana News, pengelola Yayasan Cerdas Anak Bangsa memarahi orang tua murid yang disebut melapor ke media terkait kondisi sekolah serta berupaya memperbaiki bangunan sekolah dengan mengganti atap tapi pembangunannya juga tidak tuntas. Sebab dinding bambunya juga masih dibiarkan berlubang dan lantainya belum disemen, masih lantai tanah.

“Kalau hujan anak-anak kami sengsara dan pasti tidak ada kegiatan belajar mengajar sehingga pemerintah harus ambil tindakan tegas dengan menegur pengelola atau menggantinya sehingga jangan sampai anak kami jadi korban. Padahal pemerintah selalu mengatakan pendidikan merupakan prioritas,” ungkapnya kesal.

Bernadus sekali lagi memohon agar Pemda Sikka, pemerintah provinsi NTT serta Kementrian Pendidikan memperhatikan nasib anak-anak mereka yang terancam putus sekolah akibat tindakan yang dilakukan oleh pengelola Yayasan Cerdas Anak Bangsa yang juga hampir tidak pernah melihat kondisi gedung sekolah dan aktivitas belajar mengajar walaupun hanya seminggu sekali.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Simon Subsidi kepada Cendana News mengakui, sekolah tersebut memang bukan berada di bawah kewenangan kabupaten sebab pengelolaan dan pertanggungjawabannya ada di dinas Pendidikan Provinsi NTT. Bahkan kepala bidang pendidikan Sekolah Dasar di Dinas PKO Sikka pun mengaku sekolah tersebut tidak terdaftar di dinas. Sebab pengelolaannya hanya berurusan dengan Dinas Pendidikan Provinsi NTT dan pihaknya hanya mengetahui PLK Florata yang ada di Kota Maumere.

Gedung sekolah dasar PLK Cerdas Anak Bangsa yang kondisinya mengenaskan. Foto: Ebed de Rosary
Lihat juga...