Kulonprogo Diminta Lebih Perhatikan Budaya Pinggiran
KULONPROGO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperhatikan budaya dan seni daerah pinggiran dalam menunjang kemajuan sektor pariwisata.
“Seni tradisional di pelosok-pelosok atau pinggiran jangan disepelekan. Itu potensi luar biasa dalam mengembangkan potensi wisata. Saat ada wisatawan, itu menjadi kekayaan,” kata Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, di Kulonprogo, Sabtu (11/11).
Ia mengatakan, pemerintah daerah dan masyarakat harus kerja sama mempertahankan seni dan budaya lokal, seperti permainan rakyat, olahraga tradisional, karena unik dan hidup.
Arah kebijakan dalam Rancangan Strategis Kemendikbud 2015-2019 dalam rangka meningkatkan modal sosial dan nilai-nilai sosial budaya yang terkait kebudayaan lokal meliputi pengembangan rumah budaya nusantara, pengembangan rumah budaya Indonesia, pembangunan museum dan kesenian pusat serta fasilitasi komunitas kesejahteraan, kesenian dan tradisi.
“Seyogyanya, Pemkab Kulonprogo mampu menggali potensi seni budaya lokal menjadi sebuah kekuatan,” katanya.
Triana juga mengatakan, Kulonprogo akan menjadi pintu gerbang baru dengan adanya bandara internasional. Kemudian topografi wilayah yang bervariasi dari 0-1000 mdpl memungkinkan Kulonprogo memiliki kekayaan keragaman hasil alam dan destinasi wisata yang menarik.
“Pemkab Kulonprogo perlu mengeksplorasi kekayaan sejarah lokal dan ragam potensi, mengkaji warisan budaya bukan saja dapat menguatkan entitas geopolitik Kulonprogo, tetapi yang lebih penting adalah menguatkan nilai-nilai lokal, tempat kita menemukan jatidiri,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Untung Waluyo, mengatakan, seni tradisional kerakyatan adalah seni yang lahir dan berkembang di daerah-daerah seluruh Kabupaten Kulonprogo, termasuk daerah-daerah perbatasan.
“Kami punya filosofi, bahwa desa sebagai benteng peradaban, karena di sana tersimpan nilai-nilai budaya yang perlu diangkat dan dilestarikan,” kata Untung.
Ia juga mengatakan, pihaknya mendapat masukan dari masyarakat, bahwa selama ini pengembangan budaya jangan hanya terpusat di wilayah perkotaan, mengingat kesenian budaya di daerah ini sangat beragam dengan ciri dan potensi masing-masing.
“Penguatan budaya perbatasan harus dilakukan karena selama ini tidak sedikit seni budaya khas Kulonprogo justru lahir di daerah perbatasan atau pelosok,” katanya. (Ant)