Kejurnas Voli Pasir Junior, DIY Incar Titel Juara
BANDUNG –– Kontingen voli pasir DIY membidik titel juara baik kategori putra maupun putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) voli pasir junior yang digelar 16 -19 November 2017 di Sport Center Arcamanik, Bandung. Kontingen DIY bertolak ke Bandung dengan kekuatan 16 atlet.
Danang Agus Yuniarto, Pelatih Voli Pasir DIY mengatakan, target juara merupakan target yang cukup realistis. Di mana, pada kejuaraan yang sama tahun lalu, DIY berhasil menjadi yang terbaik. Karena itu, pada Kejurnas tahun ini, kontingen DIY ditarget minimal menyamai hasil kejurnas tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, kami berhasil menraih prestasi terbaik dengan meraih gelar juara. Harapannya ya bisa mengulang kesuksesantersebut. Namun kami yakin jika persaingannya pasti lebih ketat karena persiapan dari kontingen lain juga bagus. Atau setidaknya minimal bisa tembus babak final,” ucap Danang, Kamis (16/11/2017).
Menurut Danang, guna merealisasikan target itu, pihaknya telah memilih 16 atlet untuk bersaing dengan kontingen lain di Bandung. Ke-16 atlet yang diberangkatkan adalah atlet terbaik hasil penjaringan yang dilakukan melalui melalui Kejurda Junior beberapa waktu lalu.
“Memang untuk para juara masuk dalam daftar atlet yang kami kirimkan. Agar hasil yang diraih bisa maksimal, kami juga melakukan latihan intensif untuk pada juara pada Kejurda yang kemudian diberangkatkan ke Bandung,” terangnya.
Semua atlet yang membawa nama DIY di Bandung, lanjut Danang, didampingi empat pelatih dan satu ofisial. Kontingen telah diberangkatkan pada tanggal 14 November lusa melalui jalur darat menggunakan kereta api. “Kami masih punya waktu satu hari untuk berlatih,” katanya.
Danang menambahkan, 16 atlet putra yang berangkat ke Bandung antara lain, Ilham Akbar,Ilham Cahya, Dimas Agung Wirachmat, M Refinaldo Kusuma, Motta Alfahillah, Riski Dharmawan, Naufal Cahya dan Alang Galih. Sedangkan atlet putrinya, yaitu Vitria Dwi Rahayu, Sari Hartati, Nadia Rahmawati, F Geofana Ayu, Bernadetta Shella, Yessi Amalia, Kezia Purari dan Shinta Dwi Nur.