Jumlah Personel Puskeswan di Bantul, Minim
YOGYAKARTA – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul, akan menambah jumlah personel Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi minimnya jumlah personel Puskeswan yang ada di Bantul saat ini.
Kepala Diperpautkan Kabupaten Bantul, Pulung Haryadi, mengatakan pihaknya telah mengajukan tambahan 18 personel puskeswan. Adanya tambahan ini diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan hewan ternak. Baik itu dari ancaman penyakit, maupun soal kesehatan lainnya.
Pulung mengakui kurangnya jumlah tenaga puskeswan yang ada di Bantul saat ini, yang hanya ada 34 personel dan harus menangani berbagai kebutuhan kesehatan ternak di 17 kecamatan dan 75 desa. Begitu juga dengan jumlah puskeswan yang hanya 10 unit.

“Memang jumlah puskeswan maupun personel yang menangani kesehatan ternak masih sangat terbatas. Kita hanya memiliki 10 puskeswan. Padahal, di Bantul ada 17 kecamatan. Sehingga satu puskeswan harus mengcover 2 wilayah kecamatan sekaligus,” katanya.
Menurut Pulung, penambahan puskeswan berikut personel kesehatan ternak di Bantul, memang harus segera dilakukan. Hal itu diperlukan guna memudahkan kontrol kesehatan hewan ternak, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan hewan ternak.
“Idealnya memang harus ditambah. Minimal dua kali dari yang ada sekarang. Namun, memang harus bertahap, karena pemerintah memiliki keterbatasan,” katanya.
Mengatasi keterbatasan jumlah puskeswan maupun personel tersebut, Diperpautkan Bantul sendiri mengaku terus berupa mendorong partisipasi masyarakat, khususnya peternak untuk aktif dalam mengecek dan menjaga kesehatan ternaknya. Yakni dengan segera menghubungi petugas atau puskeswan terdekat, bila membutuhkan layanan kesehatan ternak.
“Karena personel puskeswan kita terbatas, maka para peternak yang mestinya aktif. Tinggal menghubungi petugas puskeswan terdekat saja, maka akan langsung didatangi,” katanya.