TEGAL – Jika ingin berlibur, Obyek Wisata Guci di Tegal, Jawa Tengah, bisa menjadi alternatif terbaik. Di sini kita bisa menikmati pemandian air panas alami yang bisa menyembuhkan penyakit kulit dan dipercaya membuat awet muda, karena pada umumnya air panas alami mengandung belerang dan mineral lain dari dasar gunung berapi.
Namun, tampaknya kandungan mineral belerang di Guci tidak terlalu tinggi, jika dirasakan hampir tak tak terasa, seperti air tawar saja. Komposisi airnya memang cukup ideal untuk kesehatan.
Pancuran-pancuran tempat mandi umum di Guci dinamai berdasarkan jumlah pancuran yang ada. Di antaranya yang cukup populer, yaitu pancuran 5, pancuran 7, pancuran 13 dan pancuran 17. Di pancuran-pancuran ini selalu ramai pengunjung. Tua muda, pria maupun wanita memadati lokasi ini untuk mandi bersama.
Kepadatan pengunjung terutama terjadi pada hari Sabtu-Minggu, hari libur nasional maupun hari libur sekolah.

Biasanya, sejak subuh lokasi kini sudah mulai didatangi pengunjung, baik dari Kota Tegal maupun dari berbagai daerah lain. Aktivitas paling nyaman dilakukan pada saat dingin adalah mandi di pancuran air panas.
“Sering banget saya ke Guci, nikmati pemandian air panas alami”, kata Yusrani, warga sekitar Tegal.
Yusrani yang berasal dari Desa Semendot, Suradadi, Tegal, itu jarak ke Guci memang cukup jauh ditempuh, tapi karena senang mandi di pemandian panas alami, jadi sering datang.
“Asyiknya, pemandian air panas alami bisa menyembuhkan penyakit kulit rematik dan membuat awet muda”, ungkap Yusrani dengan wajah berseri-seri.
Selain Yusrani, ada Alviena, salah satu pengunjung Guci, yang datang jauh-jauh ingin menikmati pemandian air panas alami. “Saya dari Purwodadi, Grobogan, berombongan berangkat jam 10 malam dan sampai di Guci pada subuh dini hari”, tuturnya, bangga.
Begitu sampai, Alviena bersama rombongannya tak menyia-nyiakan kesempatan langsung mandi, agar badan terasa hangat atau mengusir hawa dingin yang memang sangat menggigit tulang.
Ada peringatan untuk mandi di pemandian panas air panas alami ini, yakni bagi penderita darah tinggi, darah rendah, lemah jantung, lama mandinya maksimal 15 menit. Dilarang menggunakan shampo dan sabun. Juga diperingatkan, dilarang membuah sampah atau puntung rokok di kolam.
Aktivitas lain yang sangat mengasyikkan adalah bermain air di sungai. Tak hanya menarik perhatian anak-anak, namun juga orang dewasa. Sungai di lokasi wisata Guci memang menggiurkan untuk terjun bermain-main di dalamnya. Airnya sangat jernih, mengalir di antara bebatuan berwarna hitam.
Uniknya, bebatuan ini tidak licin. Mungkin karena tidak ditumbuhi lumut. Lumut inilah biang keladi bebatuan menjadi licin. Air sungai yang lumayan panas bukan merupakan habitat ideal bagi pertumbuhan lumut.
Di luar aktivitas yang berhubungan dengan air, disediakan pula kuda tunggang untuk berkeliling area wisata. Tarifnya 15 ribu rupiah sekali berputar. Dengan naik kuda, kita bisa membayangkan seperti cowboy.
Kalau ke Guci, kita bisa lewat jalan Pantura dengan bis umum jurusan Jakarta-Pekalongan. Banyak busnya, seperti di antaranya Sinarjaya, Dedy Jaya, Dewi Sri. Bayarnya sekitar Rp65.000 kalau bis Non-AC, kalau bis AC Rp75.000. Ada pun bis eksekutif dengan tempat duduk dua-dua sekitar Rp90.000. Tarif ini berubah kalau musim liburan lebaran sesuai tuslah.
Naik bis jurusan Jakarta-Pekalongan, turun di Kota Tegal. Dari Tegal lalu naik angkutan minibus menuju Desa Tuwel, dengan perjalanan sekitar satu jam. Dari Desa Tuwel lalu naik angkutan bak terbuka menuju Guci. Bayarnya sekitar Rp10.000.
Taman wisata air panas alami Guci terletak di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Kawasan wisata seluas 125 hektare ini, lokasinya mirip sendok, berada di Kampung Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, atau sekitar 47 kilometer dari Kota Tegal.