Guru dan Staf TK di Beijing Lakukan Pelecehan Seksual

BEIJING – Guru dan staf sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) di Beijing menghadapi tuduhan tindakan pelecehan seksual, kekerasan dengan jarum suntik dan pemberian pil yang tidak jelas. Polisi setempat saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kasus terbaru dari industri perawatan anak di sekolah yang dikelola oleh penyelenggara prasekolah RYB Education tersebut telah memicu kemarahan di kalangan orang tua. Para orang tua mengatakan anak-anak mereka, beberapa di antaranya berusia sekitar tiga tahun, telah menyampaikan laporan soal perilaku mengganggu oleh seorang pria dewasa telanjang, yang mengaku melakukan pemeriksaan kesehatan pada para siswa.

Pemeriksaan yang diresahkan tersebut dilakukan pada saat anak-anak juga tidak berpakaian. Beberapa orang tua, yang pada Kamis (23/11/2017) berkumpul di luar sekolah untuk meminta jawaban mengenai kejadian pelecehan tersebut. Anak-anak mereka memberi laporan yang sama bahwa mereka disuruh minum tablet-tablet yang tak jelas. Sejumlah siswa juga diberi hukuman, mereka dibuat berdiri telanjang di kelas.

Kesejahteraan anak-anak dalam perawatan profesional telah menjadi isu panas di China. Di negara itu, serangkaian kasus penyiksaan yang menghebohkan membuat peraturan dan pengawasan yang lemah dalam perawatan anak dan industri pembelajaran dini berada di bawah sorotan.

“Kami meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas kecemasan serius yang dialami orang tua dan masyarakat,” kata RYB dalam sebuah pernyataan di mikroblog resminya pada Jumat (24/11/2017).

RYB mengklaim telah menyediakan material dan peralatan untuk mengawasi proses yang terjadi di dalam sekolah. Sejumlah guru yang dicurigai diklaim sudah diberhentikan. RYB menambahkan bahwa pihaknya membantu pihak berwenang.

Kepala sekolah diklaim telah mengajukan laporan polisi atas orang-orang yang terlibat dalam tuduhan dan penyusunan rencana palsu tulis RYB lebih lanjut tanpa menjelaskan lebih jauh.

Kementerian Pendidikan China menyebut, telah memulai sebuah penyelidikan khusus terhadap kegiatan TK. Dan telah memerintahkan departemen pendidikan di seluruh negeri untuk waspada jenis insiden seperti itu.

Kejadian sebelumnya, di China adalah aksi berupa penamparan yang dialami anak-anak, juga dipukuli dengan tongkat dan serta mulut mereka ditutup dengan selotip, juga beredar dan memicu kemarahan. Berita tentang penyelidikan ke taman kanak-kanak Beijing memicu gelombang kemarahan pada media sosial. Ada lebih dari 76 juta penulisan dengan menyebutkan kata “RYB” pada layanan pesan WeChat pada Kamis (23/11/2017).

Kasus itu bukanlah kasus pertama dugaan penyiksaan di sekolah RYB. Pada 2015, sebuah pengadilan di provinsi Jilin menemukan dua guru bersalah karena menyiksa anak-anak di salah satu TK di kota Siping. Pada kasus itu, staf di sekolah terbukti dalam banyak kesempatan telah menggunakan jarum suntik dan taktik intimidasi untuk menyiksa banyak anak di bawah perawatan mereka.

Awal tahun ini, RYB mengatakan telah menemukan kesalahan serius di sekolah Beijing yang lain dan meminta kepala sekolahnya untuk turun dari jabatan. Kasus tersebut bermula dari munculnya sebuah video yang memperlihatkan guru sedang memukuli dan mendorong anak-anak.

RYB mengatakan di laman-nya bahwa telah memiliki jaringan lebih dari 1.300 pusat bermain dan pembelajaran yang dimiliki langsung dan waralaba. Dan terdapat hampir 500 taman kanak-kanak untuk anak-anak sampai usia enam tahun di sekitar 300 kota di China. (Ant)

Lihat juga...