Gunung Agung di Bali Meletus

DENPASAR – Setelah diturunkan statusnya dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada Minggu (29/11) lalu, pada Selasa (21/11) Gunung Agung meletus.

“Letusan Gunung Agung tersebut terjadi pada pukul 17:05 WITA atau tepatnya kurang lebih sejam yang lalu,” ucap Sutopo Purwo Nugroho, selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa Sore (21/11).

Menurut informasi yang ia terima dari petugas PVMGB di Pos Pantau Rendang menyebutkan, asap teramati bertekanan sedang dengan warna kelabu tebal dan mencapai ketinggian maksimum sekitar 600 m di atas puncak gunung dengan abu letusan bertiup lemah ke arah timur-tenggara. Hingga kini letusan masih terus berlangsung.

“PVMBG masih menganalisis aktivitas vulkanik. Status tetap Siaga (level 3). Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan. Tremor Non-Harmonik sebanyak 1 kali dengan amplitudo 2 mm dan durasi 36 detik. Gempa vulkanik dalam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 5-6 mm dan durasi 8-26 detik,” imbuh Sutopo.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti semua rekomendasi dari PVMBG. Untuk masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Agung agar tidak berada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 7,5 km.

“Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi. Dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru,” pungkas Sutopo.

Sementara itu, hingga saat ini, jumlah pengungsi Gunung Agung sebanyak 29.245 jiwa di 278 titik pengungsian. BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG. BNPB bersama BPBD dan unsur terkait juga terus menyiapkan upaya penanganan dengan meletusnya Gunung Agung.

Lihat juga...