Gede Raka: Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa Lebih Sulit

JAKARTA — Selama ini pendidikan karakter seringkali diasosiakan hanya terbatas pada program pendidikan untuk peserta didik yang terdaftar di lembaga pendidikan formal, informal maupun non-formal. Namun, apabila dilihat dari keadaan Indonesia sekarang ini, sebenarnya yang sangat memerlukan pendidikan karakter adalah orang-orang dewasa yang sudah tidak duduk lagi di bangku sekolah.

“Orang-orang dewasa ini bekerja di lembaga negara dan pemerintah di pusat maupun daerah, bergerak di sektor swasta, dan di lembaga-lembaga kemasyarakatan. Jadi kita memerlukan pendidikan karakter semua orang, “ kata Gede Raka, Anggota Dewan Pakar Yayasan Jati Diri Bangsa, di acara ‘Simposium Nasional Kebudayaan’ di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Gede Raka, menerangkan, dalam kenyataan, melakukan pendidikan karakter untuk orang dewasa ini, justru jauh lebih sulit daripada melakukan pendidikan karakter bagi peserta didik di lembaga-lembaga pendidikan untuk orang muda.

“Di samping itu, kerusakan pada negara dan masyarakat yang ditimbulkan oleh keburukan karakter, seperti kegiatan korupsi, menimbulkan perpecahan di antara masyarakat, justru banyak sekali dilakukan oleh orang-orang dewasa yang berkiprah di berbagai bidang tersebut,” terang Gede Raka.

Gede Raka memaparkan, pelajaran berharga dari pengalaman China keluar dari keterpurukan sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh Revolusi Kebudayaan, perlu disimak, dengan tetap mengingat latar belakang sistem politik China yang berbagai dengan Indonesia.

“Dalam membangun kembali China sesudah Revolusi Kebudayaan, pemerintah China melakukan reformasi pendidikan, yang diberi nama ‘Education for 1.3 Billion’, (pendidikan untuk 1,3 miliar orang}, “ ungkapnya.

“Tema reformasi pendidikan China ketika itu adalah pendidikan karakter dan tujuan utamanya adalah untuk menjadikan setiap warga China menjadi orang yang berkarakter kuat dan menumbuh-kembangkan warga masyarakat yang lebih konstruktif, “ imbuhnya.

Pendidikan yang tepat berperan sangat besar dalam pembangunan karakter bangsa, bahkan menjadi prasyarat utama pembangunan karakter bangsa yang kuat. Pendidikan yang tepat juga berperan besar dalam membantu orang-orang yang melewati proses pendidikan menjadi orang baik, warga masyarakat dan warga negara yang baik, serta warga dunia yang baik.

“Tantangan suatu bangsa adalah membangun sistem pendidikan yang tepat yang sesuai dengan konteks sosial-budaya, sejarah dan lingkungan alam bangsa yang bersangkutan. Hal ini tentu tak mudah bagi kita bangsa Indonesia, “ paparnya.

Kepentingan dan urgensi dari membangun sistem pendidikan yang tepat untuk membangun karakter ini makin besar mengingat resiko dari kegagalan dalam membangun karakter bangsa makin tinggi.

“Kegagalan dalam hal ini, tidak hanya membuat bangsa terpuruk secara ekonomi dan sosial, namun juga mengancam eksistensi bangsa itu sendiri, “ tandasnya.

Lihat juga...