Dokter Cilik SD Monginsidi Tularkan Hidup Sehat

MAKASSAR – SD Monginsidi yang berlokasi di Jalan Monginsidi bersuasana nyaman dan asri. Murid di sekolah tersebut tampak sibuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di lapangan sekolah dengan penuh keceriaan. Tidak hanya kebersihan lingkungan sekolah saja yang diperhatikan, namun juga kesehatan seluruh penghuni sekolah, tidak luput turut diperhatikan.

Upaya menjaga kesehatan tersebut dilakukan dengan membentuk dokter kecil. Dokter kecil sendiri merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dibentuk tahun 2012. Berawal dari mengikuti lomba nasional yang dibuat oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

Para dokter cilik dalam rangka Hari Kesehatan Nasional di Kota Makassar. Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Menurut Baso sebagai guru pembina dokter kecil di SD Monginsidi, awal berdirinya dokter kecil di sekolah tersebut karena mengikut sebuah perlombaan.

“Awal berdiri pada saat mengikuti salah satu lomba pada 2012. Akan tetapi baru intens melakukan kegiatan sejak 2 tahun belakangan,” ungkap Baso kepada Cendana News Jumat, di ruang guru (17/11/2017).

Keberadaan dokter kecil ternyata sangat memberi kontribusi yang sangat baik tentang kesehatan pada siswa yang lain. Dokter kecil ini rutin melakukan sosialisasi kesehatan masalah penyakit dan gizi. Tidak hanya itu saja, dokter kecil di sekolah Monginsidi juga sering melakukan kegiatan observasi masalah jajanan yang dijual di sekeliling sekolah.

Di sekolah Monginsidi, terdapat 24 siswa yang berminat di bidang kesehatan. Lengkapnya, ada 12 dokter cilik, 8 asisten dan 4 pendamping. Mereka memiliki tugas dan fungsi masing-masing, keberadaan mereka bertujuan saling membantu. Misalnya saja, ketika dokter cilik melakukan sosialisasi ke teman-temannya, tugas asisten dan pendamping membantu dokter cilik.

“Peran dokter cilik ikut menyampaikan sosialisasi penyakit dan kandungan nilai gizi pada  siswa yang lain sehingga teman-temannya dapat memahami makanan yang bergizi,” tutur Baso.

Sebelum masuk menjadi anggota dokter kecil, biasanya para siswa diberi ujian berupa ilmu dasar. Para pembina biasanya menanyakan seputar perilaku hidup sehat para siswa. Dokter kecil tersebut juga akan diperiksa kesehatannya, mulai dari tinggi badan, berat badan, dan kesehatan mata.

Baso juga mengharapkan agar program ekstrakurikuler tersebut tidak hanya berjalan di salah satu sekolah saja.

“Saat ini di kompleks SD Monginsidi baru SD Monginsidi 1 saja yang menjalankan kegiatan dokter kecil. Ke depan, Monginsidi 2 dan 3 bisa turut menjalankan kegiatan dokter cilik,” pungkasnya.

Lihat juga...