LEBAK — Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Banten, terus meningkatkan populasi sapi lokal melalui inseminasi buatan (IB) guna mencapai program target swasembada daging 2020.
“Kami optimistis IB dapat mendongkrak jumlah populasi sapi lokal sehingga kedaulatan pangan juga menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Kepala Seksi Usaha Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Siti Samsiah di Lebak, Kamis (2/11).
Selama ini, usaha pengembangan ternak sapi milik masyarakat tumbuh dan berkembang.
Apalagi, permintaan pasar cenderung meningkat,terlebih kebutuhan hari raya keagamaan,seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Kabupaten Lebak berpeluang menjadi daerah swasembada daging sapi, karena didukung lahan yang luas juga terdapat perkebunan sehingga pasokan pakan rerumputan melimpah.
Selama ini, pasokan daging sapi untuk konsumsi masyarakat masih mendatangkan dari luar daerah.
Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pelayanan IB sehingga dapat meningkatkan jumlah populasi sapi keturunan anaknya bertambah.
Berdasarkan data jumlah populasi sapi pada 2015 tercatat 2.100 ekor, namun kini sudah mencapai di atas 2.700 ekor.
Pengembangan budi daya ternak sapi di sejumlah kecamatan itu setelah digulirkan bantuan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
“Kami yakin melalui IB bisa mendongkrak jumlah populasi ternak sehingga pendapatan ekonomi masyarakat meningkat,” katanya.
Ia menyebutkan, pengembangan sapi di Kabupaten Lebak awalnya bantuan tahun 2004 yang digulirkan Bupati Mulyadi Jayabaya guna mendukung swasembada daging sapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut dilakukan dengan cara bagi hasil antara pemerintah daerah dan pemilik sapi setelah sapi beranak.
Pengembangan sapi lokal tersebut dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Namun, saat ini ternak sapi yang berkembang hanya di lima kecamatan yakni Kecamatan Cikulur, Cileles, Cipanas, Wanasalam dan Bayah.
Kelima kecamatan tersebut cocok karena didukung ketersedian pakan melimpah.
Para peternak mengembangkan sapi lokal jenis peranakan Ongole dan Brahman Cross sebab jenis itu cocok dikembangkan di Kabupaten Lebak.
“Kami mendorong usaha ternak sapi ke depan bisa berkembang ke semua kecamatan sehingga dapat menjadikan andalan ekonomi warga,” katanya.
Sementara itu, Nasir (50) peternak sapi di Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak mengakui dirinya saat ini sudah memiliki tujuh ekor sapi bantuan pemerintah daerah dari hasil pembagian keturunan anaknya.
“Saya merasa terbantu dengan adanya bantuan sapi itu karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” katanya (Ant).