Bulog Maumere: Tak Diambil Tepat Waktu, Kualitas Rastra Menurun
MAUMERE – Pengambilan Beras Sejahtera (Rastra) oleh pihak desa dan kelurahan yang tidak sesuai waktu pengambilannya, dan membiarkan beras menumpuk di gudang Bulog Divisi Regional Maumere, mengakibatkan beras tersebut mengalami penurunan mutu.
“Barang konsumsi itu jelas ada masa berlakunya, sehingga waktu pengambilan yang lama itu minimal akan mempengaruhi kualitas dan wanginya, sama seperti barang makanan lainnya yang ada waktu kadaluarsanya,” tegas Kepala Bulog Divisi Regional Maumere, I Putu Suantara, Sabtu (11/11/2017) sore.
Saat ditemui Cendana News di kantornya, sekitar pukul 18.00 WITA, Putu menjelaskan, pihaknya tetap mengupayakan proses perbaikan. Beras yang tidak layak konsumsi akan ditarik dari desa, lalu diproses dan dijadikan beras yang baik dan kalau ada laporan dari masyarakat terkait kualitas berasnya, maka Bulog akan menindaklanjuti.
Baca: Warga Namangkewa Tolak Rastra Bau Apek dan Berkutu
“Memang Bulog melakukan upaya penyortiran, namun dari sekian banyak beras, kemungkinan ada beras yang seperti itu, sehingga beras yang sudah dikirim akan ditarik lagi dan kami sudah kirim ke desa sebanyak 200 ton,” ungkapnya.
Ditanya berapa banyak beras yang kualitasnya jelek, Putu mengaku tidak bisa mengetahuinya dan kalau ditemui beras yang kualitasnya jelak, maka Bulog akan menggantinya dengan beras lainnya yang lebih bagus.
Stefhanie J. Sjioen, Kepala Seksi Harga Pasar Bulog Divisi Regional Maumere menambahkan, Bulog mempersiapkan beras untuk jangka waktu 3 bulan ke depan. Pagu beras untuk Bulog Divisi Regional Maumere setahun sebanyak 3.591,64 ton dan saat ini tersimpan di gudang Bulog sebanyak 1.346,47 ton, dan baru 68 persen Rastra yang sudah disalurkan.
Dari 160 desa dan kelurahan di kabupaten Sikka, kata Stefhanie, tahap pertama bulan Juni 12 desa tidak mengambil jatahnya dan tahap kedua ini baru 48 desa yang mengambilnya, sehingga stok beras di gudang Bulog masih menumpuk dan belum bisa pengadaan dahulu.
Gregorius Nago Bapa, Anggota DPRD Sikka yang merupakan warga Kewapante, saat ditemui Cendana News di kantor Desa Namangkewa, menyebutkan, dirinya kecewa berat dengan kondisi beras yang dibagikan Bulog, sebab setelah dilapori masyarakat dirinya datang ke kantor desa dan mengecek kondisi beras serta menemukan berasnya memiliki banyak kutu.
Baca: Rastra Penuh Kutu Diduga Sudah Dikonsumsi Warga
“Beras yang berkutu ini kok bisa dikasih ke masyarakat, pemerintah kasih gratis saja berasnya bagus, tapi masyarakat beli kok kualitasnya jelek? Katanya beras rakyat sejahtera untuk mensejahterakan masyarakat ,tapi kok jelek begini?” sesalnya.
Us, sapannya, mengaku sudah berkoordinasi dengan Wakil Bupati Sikka dan menelepon Kepala Bulog Divisi Regional Maumere, dan menyuruhnya datang ke Kantor Desa Namangkewa melihat kondisi berasnya dan harus diganti, sehingga Kepala Bulog dating, lalu memerintahkan untuk menarik semua beras yang sudah disalurkan.
“Saya nanti akan mengusulkan ke Badan Musyarwarah DPRD Sikka, agar nantinya bisa memanggil pihak Bulog untuk dilakukan dengar pendapat dan tadi juga saya panggil Kepala Desa Waihara dan pesan agar nanti cek dahulu berasnya sebelum diterima,” pungkasnya.