Budi Daya Pepaya California, Menguntungkan 

YOGYAKARTA – Minimnya perawatan serta rendahnya biaya produksi, menjadi alasan sejumlah petani memilih usaha budi daya pepaya calivornia. Terlebih dari usaha budi daya pepaya california ini, para petani bisa mendapatkan keuntungan yang menggiurkan. 

Seperti dituturkan salah seorang petani pepaya california, Sulistyo Pandu. Warga dusun Cangkring, Sumberagung, Jetis, Bantul ini sudah membuktikan sendiri manisnya menggeluti usaha budi daya pepaya calivornia.

Menamam pohon pepaya jenis california di lahan seluas 2,000 meter persegi, ia mengaku bisa menghasilkan pepaya siap jual minimal mencapai 3-4 kwintal per minggu. Hasil panen itu didapat dari 300 batang pohon pepaya yang ditanamnya.

“Harga pepaya california saat ini berkisar Rp3.500 per kilo. Harganya terbilang bagus, karena pedagang petik sendiri di kebun. Jadi, kita tak keluar tenaga. Jika dihitung total pendapatan setiap minggu, ya tinggal dikalikan saja. Lebih besar dari gaji pegawai negeri,” katanya.

Dijelaskan Sulistyo, biaya produksi satu batang pohon pepaya, mulai dari penyiapan lahan, benih, pemupukan, hingga penyemprotan hama, jika dihitung mencapai Rp30 ribu. Sementara pohon pepaya bisa dipanen dalam jangka waktu usia 7 bulan.

“Ketika memasuki usia 7 bulan, setiap minggu sudah bisa dipanen. Pemanenan bisa dilakukan hingga pohon berusia 2 tahun. Rata-rata satu pohon, bisa menghasilkan 1,5 kilo buah pepaya setiap minggunya,” katanya.

Salah satu kunci agar pepaya dapat tumbuh optimal, menurut Sulisyto adalah pemberian pupuk secara maksimal. Yakni dengan memanfaatkan 80 persen pupuk organik berupa pupuk kandang. Penanaman dengan jarak sesuai, minimal 2,5 x 1,7 meter, atau normalnya 3 x 2 meter, juga ikut mempengaruhi.

“Perawatannya terbilang mudah. Cukup dengan melalukan upaya preventif mencegah munculnya jamur dan renget, dengan penyemprotan secara rutin,” katanya.

Satu-satunya hama penyakit yang sulit diatasi, kata Sulistyo, hanya serangan virus tanah, yang menyerang lewat akar, hingga membuat akar hingga batang pohon membusuk dan mati.

“Sampai saat ini serangan virus ini belum bisa diatasi. Satu-satunya cara adalah mencegah virus muncul. Yakni, menjaga kondisi tanah dengan menerapkan pola tanam berbeda komoditas,” katanya.

Lihat juga...