DAK Kesehatan 2017 Sikka Rp38 Miliar

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka, pada 2017 mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan sebesar Rp38 miliar, dan Rp19 miliar di antaranya dialokasikan untuk pembangunan rawat inap di rumah sakit umum daerah (RSUD) TC Hillers Maumere.

“Minggu ketiga dinas dan pemda yang mendapatkan DAK akan diundang ke Jakarta untuk membahas penggunaan dana tersebut, termasuk DAK Kesehatan 2018 nanti,” jelas Pius Lustrilanang, Jumat (17/11/2017) sore.

Saat ditanya Cendana News usai sosialisasi Keluarga Berencana di Kantor Lurah Kota Baru Maumere pukul 16.00 WITA, Pius berharap agar dengan adanya peningkatan alokasi DAK bagi kabupaten Sikka, harus bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Besarnya dana yang diterima tentunya harus dipergunakan dengan baik, agar kesehatan masyarakat Sikka bisa lebih baik, penyakit menular bisa ditekan dan yang terpenting bisa memperpanjang usia hidup masyarakatnya,” tegasnya.

Pius Lustrilanang, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. -Foto: Ebed de Rosary

Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, juga menyebutkan, meningkatnya dana yang dikucurkan dari pusat tentunya menjadi tantangan bagi pihaknya dalam menekan angka kematian, terutama kematian ibu melahirkan dan bayi serta menurunkan angka kesakitan dan penyebaran penyakit menular.

Menurut Nong Susar, pola hidup sehat dalam masyarakat harus terus dikampanyekan. Gerakan pembagian kelambu untuk menekan angka penyakit malaria serta pemberian obat massal Filariasis sangat efektif mencegah timbulnya penyakit berbasis lingkungan.

“Kita bukan saja fokus pada pencegahan seperti memberikan bantuan dana dari APBD II Sikka untuk program Jaminan Kesehatan Daerah atau Jamkesda serta biaya berobat lewat SKTM, tapi gencar juga menggalakkan preventif, pola hidup sehat,” ungkapnya.

Nong Susar menyesalkan masih tingginya angka penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka, akibat perilaku seks bebas. Dalam survey yang dilakukan sebuah lembaga swadaya masyarakat, menemukan perilaku seks bebas di kalangan remaja sangat tinggi.

‘Banyak remaja di daerah ini yang sudah melakukan hubungan seksual saat usia dini dengan pacar serta berhubungan seksual dengan pekerja seks, sehingga rentan tertular penyakit seksual seperti HIV,” pungkasnya.

Lihat juga...