Bisnis Barang Bekas Impor di Bukittinggi Nan Menggoda

BUKITTINGGI — Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memang terkenal dengan kota wisata. Tidak hanya wisata alam, minat khusus, kuliner, tapi juga terkenal dengan wisata belanjanya.

Salah satu, lokasi belanja yang ramai didatangi pembeli, yakni Pusat Konveksi Baju dan Sepatu Seken Impor yang terdapat di Pasar Lereng. Pada pasar itu, ada sekira ratusan lapak yang menjual barang bekas impor berkualitas.

Berbicara barang bekas, memang kondisi barang yang dijual dalam kondisi 50 hingga 70 persen, baik itu baju, celana, sepatu, topi, dan tas. Akan tetapi merek barang yang dijual merupakan merek-merek luar negeri, seperti dari Korea, Jepang, China, Amerika Serikat, dan banyak jenis barang impor lainnya.

Sehingga, para pemburu barang bekas impor berkualitas tidak ragu-ragu untuk membeli barang bekas tersebut. Salah seorang penjual sepatu bekas, Wawan mengatakan, dengan modal menjual berbagai model sepatu bekas, baik itu untuk perempuan, pria, dan anak-anak, penjualan perharinya cukup menjanjikan.

“Yang namanya jual barang bekas, tentu tidak seperti menjual barang baru. Tapi, meski di sini jual yang bekas-bekas, soal kualitas barang bisa diadu,” katanya, Selasa (28/11/2017).

Menurutnya, sejauh ini masih banyak pemburu barang bekas berkualitas di Kota Bukittinggi, bahkan rata-rata penghasilan penjual mencapai satu juta per harinya. Itu pun, barang yang terjual hanya sekira 2-4 pasang sepatu.

“Ini lah alasan saya memilih menjadi penjual barang bekas import,” ujarnya.

Wawan menyebutkan, dari menjual barang bekas import itu, tidak hanya mendapatkan untung dari segi materi. Tetapi, soal pengetahuan barang-barang bermerek, juga diperolehnya. Dari pengetahuannya itu, ia mampu mematok harga-harga barang bekas import kepada pelanggan.

“Kalau sepatu yang saya jual ini harganya bervariasi dan tergantung kondisk barangnya. Seperti untuk sepatu boots, harganya bisa Rp400 ribu untuk sepanjang sepatu, dengan kondisi barang sekira 70 persen,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk sepatu jenis sport, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp150 ribu untuk sepasang sepatu. Lalu untuk sepatu jenis kulit, mulai dari harga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per pasang sepatu.

Dikatakannya, meski bekas namun harganya berada di atas kisaran ratusan ribu, disebabkan karena barang yang dijual bekas itu, apabila dibandingkan dengan harga jual barunya bisa mencapai jutaan rupiah.

Sementara itu, seorang pembeli barang bekas di Bukittinggi, Hari, mengatakan, hampir sebagian besar kebutuhan pakaian yang ia punya merupakan barang bekas impor. Hal ini dikarenakan, baginya memiliki barang bermerek dijamin kualitasnya.

“Saya memang sering belanja barang bekas impor berkualitas di Bukittinggi ini. Selain harganya terjangkau dan mendapatkan barang luar negeri, saya pun bisa belanja lebih banyak model pakaian, dengan yang pas-pasan,” ucapnya.

Menurutnya, hadirnya usaha jual pakaian bekas itu, turut membantu masyarakat yang membutuhkan pakaian impor. Ia mengakui, meski mengetahui adanya larangan pemerintah untuk menjual barang bekas, akan tetapi selagi membeli barang yang masih layak pakai, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Lihat juga...