KSP Kopdit Obor Mas Salurkan KUR

MAUMERE – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere dipilih Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Manengah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 10 miliar rupiah kepada para anggotanya.

“Kami merupakan koperasi kedua yang dipilih untuk menyalurkan KUR selain Kospin Jasa di Pekalongan dan ini merupakan sebuah prestasi serta penghargaan bagi kami dari Kementrian Koperasi dan UKM sehingga kepercayaan ini akan kami laksanakan sebaik mungkin,” sebut Leonardus Frediyanto, manager KSP Kopdit Obor Mas, Selasa (12/11/2017) siang.

Frediyanto kepada Cendana News mengatakan, manajemen KSP Kopdit Obor Mas awalnya mengajukan dana KUR kepada pemerintah sebesar 100 miliar rupiah untuk disalurkan sejak bulan Juli 2017 dan sudah disetujui. Namun karena beberapa syarat belum dipenuhi sehingga baru bulan November 2017  dananya bisa dicairkan.

Kantor pusat KSP Kopdit Obor Mas di jalan Kesehatan Maumere. Foto: Ebed de Rosary

“Karena kerjasamanya baru ditandatangani dengan Kementrian Koperasi dan UKM Selasa (21/11/2017), maka kami hanya minta dana sebesar 10 miliar saja yang akan disalurkan untuk bulan Desember 2017,” ungkapnya.

Untuk tahun 2018 nanti, KSP Kopdit Obor Mas kata Frediyanto akan kembali mengusulkan dana KUR sebesar 200 miliar rupiah dimana dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada anggota koperasinya yang memiliki usaha produktif.

Ketua KSP Kopdit Obor Mas, Gabriel Tongge mengungkapkan setelah penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut, awal bulan Desember 2017 pihaknya sudah bisa menyalurkan KUR kepada 75.127 anggotanya dimana nantinya akan diseleksi anggota yang akan menerima bantuan dana KUR tersebut.

“Dana tersebut akan kami salurkan kepada anggota saja, karena sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berhak mengajukan pinjaman adalah anggota,” sebutnya.

Dari dana sebesar 10 miliar rupiah tersebut jelas Gabriel, 5 miliar rupiah disalurkan untuk sektor usaha mikro dan sisanya 5 miliar rupiah lainnya untuk usaha ritel. Pemerintah juga memberikan insentif berupa subsidi bunga.

“Subsidi bunga yang disediakan pemerintah yakni KUR mikro dengan plafon kredit sampai dengan 25 juta rupiah, suku bunganya 9 persen efektif per tahun. Subsidi bunga 9,5 persen termasuk imbal jasa penjaminan,” jelasnya.

Sementara untuk KUR ritel, beber Gabriel, dengan plafon kredit di atas 25 juta rupiah sampai dengan 500 juta rupiah, suku bunga 9 persen efektif per tahun. Subsidi bunga 4,5 persen termasuk imbal jasa penjaminan.

 

 

 

Lihat juga...