Banyak Peternak di Bantul Enggan Memvaksin Ternaknya
YOGYAKARTA – Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Kabupaten Bantul, menilai masih adanya peternak yang enggan memvaksin sejumlah ternaknya menjadi faktor penyebab munculnya penularan penyakit berbahaya yang menyerang ternak di Bantul.
Pasalnya, belum semua peternak memiliki kesadaran untuk memvaksin semua ternaknya. Hal semacam ini biasanya muncul di kalangan peternak yang melakukan usaha pembesaran, di mana jangka waktu pemeliharaan ternak jauh lebih singkat.
Padahal, kata Kepala Disperpautkan Bantul, Pulung Haryadi, pemberian vaksin pada hewan ternak menjadi kunci mencegah penularan penyakit berbahaya yang menyerang ternak. Pemberian vaksin dinilai akan menurunkan risiko serangan virus berbahaya pada ternak secara efektif.
“Penularan virus berbahaya sepeti Avian Influenza (AI) bisa dimungkinkan terjadi, karena masuknya ternak yang terinfeksi ke kandang. Karena itu, ternak yang baru didatangkan semestinya dikarantina dulu. Selain itu, semua ternak juga harus divaksin. Sebab, pemberian vaksin menjadi kunci. Namun, sayangnya masih ada sebagian peternak enggan memvaksin ternaknya,” kata Pulung, Kamis (16/11/2017).
Menurut Pulung, peternak sebenarnya dapat dengan mudah melakukan pemberian vaksin pada ternak, tanpa perlu mengeluarkan biaya. Yakni dengan mendatangi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat atau dengan cara mendatangkan langsung petugas Puskeswan ke lokasi peternakan masing-masing.
“Tidak ada pungutan biaya. Gratis. Kalaupun ada retribusi itu sangat murah. Mestinya tidak jadi masalah. Peternak juga tinggal menghubungi, petugas akan langsung datang ke kandang ternak. Karena itu sudah menjadi tugas pemerintah,” katanya.
Sebagainana diketahui, raturan ternak itik atau bebek di wilayah Sanden, Bantul, diketahui mati mendadak beberapa waktu lalu. Meski belum ada hasil resmi, namun kuat dugaan ratusan ternak itu mati akibat serangan virus flu burung atau AI.