110 Lampu Surya Menerangi Desa Terpencil di NTB
JAKARTA – Sebanyak 110 lampu tenaga surya hemat energi bantuan pemerintah menerangi Desa Sori Tatanga yang merupakan desa terpencil di kaki Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/11/2017).
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, selama ini warga Desa Sori Tatanga hanya memanfaatkan lampu minyak untuk penerangan di malam hari. “Saat ini sudah bisa menikmati penerangan dari lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) bantuan pemerintah,” ungkapnya, Sabtu (18/11/2017).
Dadan yang hadir dan menyaksikan pembagian dan pemasangan LTSHE bantuan pemerintah di Desa Sori Tatanga tersebut. Sebanyak 110 paket LTSHE yang telah terpasang itu terbagi atas dua dusun yaitu untuk Dusun Mada Oi 40 unit dan untuk Dusun Bukit Sari 70 unit.
Warga, yang sebagian besar bermata pencaharian menanam jagung tersebut antusias dan gembira mendapatkan pembagian LTSHE itu. Aktivitas masyarakat pun mulai terlihat di malam hari termasuk anak anak yang bisa belajar. Dadan berharap warga dapat merawat dengan baik lampu bantuan pemerintah tersebut.
Kepala Rukun Tetangga Desa Sori Tatanga M Jafar berterima kasih kepada pemerintah atas pembagian LTSHE. Banyak warga meninggalkan desa, karena belum adanya sambungan listrik. “Terima kasih Bapak Presiden Jokowi dan Pak Menteri ESDM sudah kasih kami lampu. Sekarang kalau malam sudah terang. Cucu Amak (Bapak) bisa belajar kalau malam,” katanya.
Saat ini, terdapat 2.519 desa dengan 256.114 rumah yang masih belum teraliri listrik. Di NTB, jumlah LTSHE yang akan diberikan sebanyak 863 unit. Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan LTSHE cocok untuk rumah di pedesaan yang secara geografis tersebar dan sulit dijangkau jaringan PLN.
Pada 2017, LTSHE dipasang di lima provinsi dengan target menerangi 80.332 rumah. Sedangkan, pada 2018, pemasangan LTSHE direncanakan di 15 provinsi dan dapat menerangi 175.782 rumah. (Ant)