LEBAK – Warga yang tinggal di perbukitan di Kabupaten Lebak, Banten, diminta mewaspadai pergerakan tanah sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.
“Kami minta warga jika hujan malam agar meningkatkan kewaspadaan, guna meminimalisasi korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Sabtu (21/10/2017).
Selama ini, sejumlah daerah perbukitan di Kabupaten Lebak dipetakan rawan bencana pergerakan tanah dan longsor. Potensi bencana alam tersebut jika curah hujan di daerah itu meningkat.
Masyarakat yang tinggal di perbukitan itu tentu harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari pengurangan resiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar melakukan pengamanan malam hari sehubungan memasuki musim hujan hingga Desember mendatang. “Kami berharap pengamanan malam hari itu bisa meminimalisasi kebencanaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Menurut dia, wilayah rawan pergerakan tanah itu antara lain Kecamatan Cimarga, Gunungkencana, Banjarsari, Wanasalam, Malingping, Bayah, Leuwidamar, Muncang, Sobang dan Curugbitung.
BPBD Lebak kini mempersiapkan kesiagaan dengan mengoptimalkan piket selama 24 jam, persedian logistik bahan makanan dan obat-obatan. Selain itu, juga memelihara peralatan evakuasi agar bisa dioperasikan untuk melakukan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
“Kami siaga penuh karena cuaca akhir-akhir buruk disertai hujan dan angin kencang sehingga berpotensi bencana alam,” katanya. (Ant)