Tumbuhkan Pelaku UMKM, PKK Latih Warga Kurang Mampu

PADANG – Sebanyak 30 orang warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) difasilitasi mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang diadakan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumbar selama 32 hari.

Ketua TP PKK Sumbar Nevi Irwan Prayitno menjelaskan kegiatan pelatihan menjahit tersebut akan dilaksanakan di Sanggar Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar  dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Saat ini masih ada anak putus sekolah, penduduk miskin. Kondisi demikian akan berdampak bertambahnya kemiskinan dan pengangguran. Hal ini dinilai akan memicu munculnya permasalahan sosial, seperti kejahatan, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba, serta perdagangan orang,” ujarnya, Selasa (17/10/2017).

Menurutnya, pelatihan yang diberikan juga bentuk upaya menumbuhkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumbar. Nevi menilai, menjahit merupakan usaha yang cukup menjanjikan, tanpa harus bermodalkan membuka toko atau sejenisnya.

“Nanti, jika mereka telah berhasil bisa menjahit, mereka sudah bisa menjahit di rumahnya masing-masing. Nah, hal inilah yang kita inginkan, sehingga anak yang putus sekolah dan tergolong kurang mampu itu, bisa menghasilkan uang bagi kehidupannya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, sesuai dengan peranan dan posisinya TP PKK sebagai mitra pemerintah dan organisasi kemasyarakatan berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak. Maka TP PKK melalaui program Pokja II memberikan keterampilan dalam usaha peningkatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM serta pengembangan kehidupan berkoperasi.

Nevi menjelaskan, kewirausahaan merupakan penggerak yang sangat penting bagi kemajuan perekonomian suatu negara. Kewirausahaan dinilai sebagai sumber pertumbuhan, inovasi, produktivitas dan peluang kerja. Sesuai dengan peranan dan posisinya TP PKK sebagai mitra pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, maka PKK mendapat tugas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.

“Keterampilan menjahit (tata busana) yang dilakukan ini dapat membantu masyarakat kita dalam mendapatkan bekal pengetahuan untuk berwirausaha. Mudah-mudahan program PKW yang dilaksanakan ini dapat mendorong dan menciptakan wirausawan baru di bidang fashion sehingga dapat menciptakan lapangan kerja usaha baru,” katanya.

Sementara itu, Anita Ali Asmar wakil Ketua II TP PKK Sumbar selaku Ketua Panitia mengatakan, program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) merupakan hasil kesepakatan antara ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat dengan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. Ini sesuai dengan program kerja II TP PKK, untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ada sebanyak 30 orang peserta yang ikut, yang terdiri dari Kecamatan Padang Barat sebanyak 20 orang dari 4 kelurahan, Kecamatan Padang Utara 10 orang dari 2 kelurahan. Semua peserta yang mengikuti merupakan mereka yang putus sekolah, belum memiliki pekerjaan tetap dan berusia antara 16 hingga 45 tahun.

Nantinya diharapkan, para peserta mampu membuat baju gamis, baju anak perempuan, baju kurung, blouse serta kemeja, dan akan dibentuk menjadi 6 kelompok wirausaha (2 di Kecamatan Padang Utara dan 4 di Kecamatan Padang Barat).

Peserta pelatihan menjahit tengah mendengarkan arahan dari Ketua TP PKK Sumbar Nevi Irwan Prayitno/Foto: M. Noli Hendra
Lihat juga...