BI Balikpapan Gencar Sosialisasi Keaslian Rupiah
BALIKPAPAN – Cegah peredaran uang palsu (upal) dan mengenal keaslian uang rupiah, Bank Indonesia Balikpapan tak henti-hentinya melakukan sosialisasi cara mengenal keaslian uang rupiah ke masyarakat. Karena sosialisasi ini sangat penting untuk masyarakat, mengingat masyarakat juga harus betul-betul memahami keaslian uang rupiah. Sehingga jika ditemukan upal bisa langsung lapor ke Bank Indonesia ataupun ke pihak kepolisian.
Sosialisasi keaslian uang rupiah yang dilakukan BI Balikpapan melalui mobil kas keliling ke pasar-pasar tradisional saat masyarakat melakukan penukaran pecahan uang kecil. Petugas berupaya mengingatkan bagaimana keaslian uang rupiah dengan cara yang sederhana, yaitu 3D (dilihat, diraba dan diterawang).
“Faktanya masih ada sesekali temuan uang palsu. Temuan sampai saat ini juga lumayan banyak dari awal tahun 2017 ada sekitar 500 lembar, paling banyak temuannya pecahan Rp100 ribu,” ucap Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani, Selasa (17/10/2017).
Menurutnya, sejauh ini temuan yang ada dari perbankan dan masyarakat yang melaporkan ke Bank Indonesia. Setelah ditemukan upal perbankan langsung melaporkannya ke BI kemudian BI akan memusnahkan.
“Jadi bank yang temukan kemudian melaporkan ke BI agar nantinya dimusnahkan. Masyarakat juga ada yang menemukan langsung lapor juga,” tukasnya.
Untuk mengantisipasi peredaran upal Suharman menuturkan intensitas sosialisasi keaslian uang rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia dan peralatan yang dimiliki perbankan juga sudah lengkap dalam mendeteksi keaslian rupiah.
“Masyarakat juga harus tahu bagaimana keaslian uang rupiah. Masyarakat yang paling penting adalah tahu ciri-ciri uang rupiah dan bisa membedakan. Kami gencar memperkuat intensitas sosialisasi ke masyarakat mengenai keaslian rupiah,” ujar Suharman.
Terpisah Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan, apabila menemukan uang palsu segera melaporkan kepada kepolisian terdekat maupun langsung ke Bank Indonesia. Agar pihaknya bisa melakukan berbagai strategi dan bekerja sama dengan pihak terkait.
“Sebaiknya cermat setiap transaksi. Jangan-jangan uang yang diberikan atau diterima adalah palsu,” ujarnya. Untuk mengenali ciri upal, caranya mencermati desain, ukuran uang, dan cetakan uang.
“Bisa pula dilihat, diraba, dan diterawang itu,” tegasnya.