Tingkatkan Kemampuan Profesi, Ratusan Guru SD Lamsel Ikuti PKB
LAMPUNG — Upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan dalam upaya meningkatkan profesionalitas mengajar guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dilakukan dengan menggelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Kegiatan ini berlangsung di Gedung PGRI Kecamatan Penengahan selama tiga hari sejak Selasa (10/10) hingga Jumat (13/10). Menurut Drs. Mawardi, MM selaku Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan yang sebelumnya dikenal dengan Guru Pembelajar.
Sasaran dari kegiatan tersebut menurut Mawardi bukan kepada materi pelajaran tapi lebih kepada keilmuan mengajar atau cara mengajar (pedagogik). Saat ini kedua hal ini kompetensinya terus
ditingkatkan dalam upaya memotivasi peserta didik agar semangat dan bergairah mengajar. Kegiatan yang berlandaskan upaya Dinas Pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada para guru tingkat SD agar bisa memiliki metode belajar yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa.
“Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan diisi dengan materi oleh para guru yang sebelumnya telah dilatih oleh Kementerian Pendidikan. Selanjutnya menjadi tutor bagi guru yang lain beberapa hari ini sehingga bisa menularkan ilmu cara mengajar yang menyenangkan bagi siswa,” kata Mawardi saat dikonfirmasi Cendana News disela sela kegiatan PKB di gedung PGRI Kecamatan Penengahan, Kamis (12/10/2017)
Melalui kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan tersebut Mawardi menambahkan beberapa materi diberikan di antaranya upaya guru dalam menerapkan cara mengajar. Guru diharapkan mampu memotivasi anak bergairah dalam belajar. Guru bisa kreatif dalam menyampaikan teori, kreativitas dalam penggunaan sarana ajar serta berbagai tekhnik menyenangkan agar siswa lebih senang belajar.
Pemahaman psikologis akan adanya beban guru sebagai manusia biasa dengan problematika kehidupan sehari hari termasuk beban kerja sebagai tenaga didik juga disampaikan dalam kegiatan PKB tersebut, sehingga setiap guru bisa lebih memahami tanggungjawab atas pilihan profesi sebagai tenaga pendidik.
Selama ini sikap emosional guru dalam mengajar ikut mempengaruhi penyerapan siswa dalam pelajaran sehingga guru dilatih bisa memisahkan antara urusan sekolah dengan urusan di luar sekolah. Pemberian materi psikologi pendidikan diharapkan memberi bekal para guru bisa bekerja secara profesional tanpa mengorbankan para siswa yang berhak atas kualitas pendidikan yang baik.
“Saat ini beban guru yang semakin besar harus diimbangi dengan kemampuan guru lebih kreatif sehingga suasana mengajar bisa menjadi aktifitas yang menyenangkan termasuk penerapan kurikulum tiga belas bagi para siswa ” papar Mawardi.
Selama kegiatan PKB tersebut Mawardi menyebut diikuti oleh sebanyak 155 guru kelas bawah (Kelas 1,2,3) dan sebanyak 250 guru kelas atas ( Kelas 4,5,6) dan merupakan perwakilan dari masing masing kecamatan sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang saat ini berjumlah sekitar 600 guru dari sebanyak 400 sekolah tingkat SD.
Pola pemberian materi dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan tingkatan guru kelas bawah dan kelas atas dibagi dalam beberapa ruangan kelas untuk efesiensi dalam pemberian materi oleh tutor yang bertugas.
Harapan dari para guru yang mengikuti kegiatan PKB bisa lebih menjiwai peranannya sebagai guru dengan resiko serta problematika yang dihadapi. Saat ini sudah ada perhatian pemerintah yang telah memberikan tunjangan sertifikasi dan gaji ke-13 untuk kesejahteraan guru sehingga tidak ada alasan bagi para guru untuk tidak maksimal dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.
“Guru yang ikut kegiatan PKB harus menanamkan dalam dirinya seusai kegiatan ini agar bisa menerapkan teori mengajar yang menyenangkan bagi anak dan bagi dirinya sendiri,” tegas Mawardi.
Nensi, salah satu perwakilan guru dari Kecamatan Tanjungbintang mengungkapkan meski baru kali pertama mengikuti kegiatan PKB dirinya mendapatkan ilmu positif yang bisa dipergunakan untuk mengajar para siswa.
Sebagai wakil dari gugus sekolah ia juga memiliki tanggungjawab menularkan metode pembelajaran tersebut bagi guru di wilayahnya agar bisa mengajar dengan tekhnik yang menyenangkan.
Tujuan dari para guru yang ikut belajar kembali dalam kegiatan PKB tersebut diakui Nensi sekaligus upaya untuk memberi semangat belajar para siswa sehingga bisa mengikuti pelajaran dengan baik untuk pencapaian akhir dalam kegiatan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan dilaksanakan tahun depan.
“Banyak ilmu yang diperoleh sehingga bisa diberikan kepada para guru lain dalam metode belajar sehingga kegiatan mengajar menjadi aktivitas menyenangkan,” tutup Nensi sebagai salah satu guru kelas 6 SD tersebut.
