Teknologi Digital Pacu Produk UMKM Mendunia

MALANG — Bupati Malang Rendra Kresna mengemukakan teknologi digital yang beberapa tahun terakhir marak, termasuk untuk bidang pemasaran, telah memacu produk usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Malang mendunia.

“Sebagian besar pelaku UMKM sudah mampu mandiri dalam mengakses pasar, baik pasar nasional maupun mancanegara. Akses pasar itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital (dunia maya),” kata Rendra Kresna pada Gebyar UMKM Indonesia 2017 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (19/10/2017).

Menurut Rendra, dengan memanfaatkan teknologi digital, banyak produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Malang yang berhasil dipasarkan ke mancanegara, seperti Asia Pasifik dan Afrika.

“Itu hanya gambaran besar, sesungguhnya UMKM masih memerlukan peran pemerintah maupun pihak swasta dalam hal pembinaan, pendampingan, hingga manajemen,” katanya.

Menurutnya, kekuatan pasar dan modal menjadi yang utama. Karena itu, berbagai upaya diperlukan agar UMKM dapat mengaksesnya.

“Hingga hari ini omzet UMKM di Kabupaten Malang mencapai sekitar Rp42 triliun,” ucapnya.

Ia mengaku pemerintah terus mendorong UMKM tersebut agar terus percaya diri untuk tampil menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Meski UMKM di Kabupaten Malang berkembang dengan baik, pihaknya masih perlu belajar. Saat ini keberadaan UMKM di Kabupaten Malang mulai bisa mandiri, bahkan tidak takut dengan persoalan-persoalan yang menyangkut kondisi perekonomian global maupun faktor finansial lainnya.

Gebyar UMKM 2017 tersebut atas kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM, “International Council for Small Business” (ICSB) Indonesia dan MarkPlus Inc. Berbagai produk, mulai dari hasil kerajinan tas, hasil pertanian hingga fashion dan lukisan dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Vice President ICSP Indonesia Jacky Husein mengatakan, kegiatan yang mengusung tema “Saya Indonesia, Saya UKM, Saya 4.0” ini merupakan salah satu sarana pengembangan UMKM. Dengan mengusung 4.0, diharapkan pelaku UMKM mampu menjadi lebih profesional, bisa lebih produktif, kreatif dan lebih berjiwa entrepreneur.

“Tema besar ini sengaja kami usung agar pelaku UMKM bisa memahami nilai-nilai marketing 4.0 dan bisa ‘go digital’, serta terus produktif dan berkembang,” katanya.

Di sela acara tersebut, Kabupaten Malang kembali mendapat apresiasi bergengsi dari ICSB Indonesia. Penghargaan itu diberikan atas peran nyata Pemkab Malang dalam mewujudkan masyarakatnya yang mandiri secara ekonomi melalui UMKM maupun dalam menguatkan kesadaran berkoperasi.[Ant]

Lihat juga...