Taiwan Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan  

TAIPEI – Taiwan bersiap meningkatkan anggaran  militer dan pertahannya. Hal tersebut dipercayai menjadi sebuah kebutuhan investasi untuk masa depan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengklaim, pertemuan dengan Amerik Serikat memperkuat pemahaman untuk melakukan penguatan investasi di bidang pertahanan tersebut. “Kami senang melihat janji-janji AS pada perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik, dan dari pertemuan dengan AS, kami memahami pentingnya meningkatkan investasi di bidang pertahanan,” katanya saat berada di Hawai, Senin (30/10/2017).

Kunjungan Tsai ke Hawaii termasuk bagian dari lawatan peringatan Pearl Harbor. Salah satu rangkaian acara dalam lawatan tersebut adalah perjamuan dengan masyarakat Taiwan di luar negeri. Dan pidato bersama dengan Duta Besar James F. Moriarty, kepala perwakilan diplomatik AS di Taiwan, yang juga dikenal sebagai Lembaga Amerika di Taiwan.

Tsai mengunjungi Hawaii pada akhir pekan lalu dalam perjalanannya ke tiga sekutu diplomatik Taiwan di Pasifik. China yang menganggap Taiwan sebagai provinsi membangkang, mengecam lawatan tersebut  dan meminta Amerika Serikat menghentikan perjalanan diplomatik Tsai. Perjalanan itu dilakukan kurang dari dua minggu sebelum Presiden Donald Trump berkunjung ke Beijing.

Amerika Serikat dan Taiwan belum memiliki hubungan diplomatik formal sejak Washington menjalin hubungan dengan Beijing pada 1979. Namun Amerika Serikat terikat oleh undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk mempertahankan negaranya.

Taiwan dipersenjatai dengan baik dengan sebagian besar senjata buatan AS. Hal tersebut membuat Taiwan terdorong untuk melakukan pelengkapan peralatan yang lebih canggih, seperti jet tempur. Kebijakan tersebut untuk persiapan menangani ancaman yang berkembang dari China dan angkatan bersenjatanya yang termodernisasi dengan cepat.

China tidak pernah membantah penggunaan kekuatan agar membawa Taiwan di bawah kendalinya. China sering menyebut Taiwan sebagai isu paling sensitif dan penting antara China dan Amerika Serikat. China telah kecewa dengan langkah AS untuk memperluas pertukaran militer dengan Taiwan dan melanjutkan penjualan senjata AS ke pulau tersebut.

China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Tsai berkuasa pada tahun lalu. China mencurigai bahwa Tsai ingin mendorong kemerdekaan resmi dengan melakukan lebih banyak pelatihan militer di sekitar pulau Taiwan.

Tsai menjelaskan hubungan Taiwan-AS sebagai bentuk keramahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam komentar yang dikeluarkan oleh kantor presiden Taiwan pada Senin (30/10/2017). (Ant)

Lihat juga...