Sopir Angkot Minta Jasa Kendaraan Online Tutup

BALIKPAPAN – Ribuan sopir Angkutan Kota (Angkot) dan taksi argometer menuntut kepada Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan untuk menutup kantor dan aplikasi angkutan online yang beroperasi di Balikpapan. Tuntutan disampaikan salah satu koordinator aksi damai sopir angkot Alfred yang melakukan dialog bersama DPRD dan Pemkot Balikpapan.

Sopir taksi argometer Alfred Waroka mengungkapkan, sejak kendaraan online beroperasi di Balikpapan pendapatan yang diperoleh setiap harinya selalu berkurang. “Dalam sehari pendapatan diperoleh hanya Rp50-70 ribu atau hanya satu kali antarpenumpang. Sebelumnya, bisa dapat Rp250 ribu,” ucapnya saat dialog bersama DPRD dan Pemkot Balikpapan, Rabu (11/10/2017).

Apalagi keberadaan kendaraan yang beroperasi ini belum memiliki izin dan belum melakukan uji KIR.

“Mereka belum ada izin sudah beroperasi, terus mereka platnya bukan angkutan umum. Harusnya ada izin dulu. Persoalan keberadaan taksi online ini juga menyebabkan perolehan pendapatan sopir angkot turun drastis dari Rp200 ribu menjadi Rp30 ribu,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya minta keberadaan taksi online ini ditutup termasuk aplikasinya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengungkapkan, akan menjalankan keputusan dari Gubernur Kaltim yakni menutup kantor taksi online. “Perizinan taksi online itu kewenangan Pemprov Kaltim jadi keputusan di tangan Gubernur melalui Dishub Kaltim,” imbuhnya.

Namun, pihaknya mengaku kesulitan untuk menutup aplikasi karena selain servernya di luar Balikpapan juga harus melewati persetujuan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Perhubungan.

Wakapolres Balikpapan, Kompol Yolanda E Sebayang menjelaskan, pihak kepolisian akan melakukan pengawasan setelah pemerintah kota melakukan penutupan.

“Penutupan bukan kewenangan kami, penutupan pemerintah yang lakukan. Kita kawal untuk pengamanan dan pengawasannya,” ungkapnya.

Dalam pengamanan aksi ribuan sopir angkutan kota hari ini (11/10) pihaknya menurunkan 400 lebih personil untuk mengamankan jalannya aksi.

“Polres juga turunkan dua truk dan satu bus untuk mengangkut penumpang yang terlantar,” tambahnya.

Untuk diketahui, setelah melakukan dialog bersama DPRD dan Pemkot Balikpapan aksi bubar dengan damai. Tim yang membahas tuntutan masih berembug untuk segera ditindaklanjuti.

Aksi damai ribuan sopir angkot dan taksi argometer. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...