Soft Tenis Indonesia Waspadai Jepang-Korsel

JAKARTA – Para pemain pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga soft tenis mewaspadai pemain-pemain dari Jepang dan Korea Selatan dalam ajang Asian Games 2018.

Atlet dari kedua negara tersebut diprediksi akan menjadi batu sandungan bagi atlet Indonesia. “Saya harus akui pemain dari Jepang dan Korea Selatan akan menjadi batu sandungan bagi kami meski main di hadapan publik sendiri dan ini harus jadi perhatian kami di pelatnas,” kata salah satu pemain pelatnas soft tenis nomor tunggal putra Elbert Sie, Minggu (15/10/2017).

Kendati demikian, Elbert menegaskan tidak akan menganggap remeh lawan lainnya. Dan tetap mengharapkan hasil terbaik di pesta olahraga multi cabang negara-negara Asia empat tahunan tersebut.

Dirinya berani memasang target tinggi yakni meraih emas dalam Asian Games 2018, mempertimbangkan dalam Kejuaraan Asia soft tenis pada November tahun 2016 lalu di Chiba, Jepang, dirinya berhasil menembus partai final.

“Kemarin di Chiba saya belum maksimal latihan maksimal karena saya baru beberapa minggu mengenal soft tenis waktu itu. Mudah-mudahan dengan adanya persiapan saat ini yang lebih matang saya bisa lebih siap demi target saya mengejar emas,” ucap Elbert.

Dalam Asian Games 2018, Indonesia sebagai tuan rumah, memiliki target cukup tinggi di cabang olahraga soft tenis yakni satu emas di tunggal putra, satu perak di ganda campuran dan dua perunggu di beregu putra dan putri.

Pemain pelatnas soft tenis lainnya, Dwi Rahayu Pitri, menilai target itu masih realistis meski para pemain Indonesia akan berat dalam menjalankan misi tersebut. Namun dibutuhkan perjuangan untuk bisa mewujudkan target tersebut.

Atlet dari negara dengan kultur yang cukup kuat seperti Jepang, Korsel serya kompetitor alot Mongolia, China, dan Thailand harus diwaspadai. “Saya lihat masih realistis karena kita termasuk kuat di Asia, yang penting kita memberikan semaksimal mungkin nanti ketika pertandingan,” kata Dwi.

Dalam peta kekuatan soft tenis di kawasan Asia, Indonesia terbilang memiliki posisi membanggakan. Pada ajang Asian Games Incheon 2014, tim Merah Putih berhasil membawa pulang sekeping medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto dan sekeping perunggu ganda campuran dari ayunan raket duet Prima Simpatiaji/Maya Rosa.

Saat ini, pelatnas soft tenis sendiri kemungkinan akan mengalami perubahan formasi, pasalnya Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI) saat ini tengah melaksanakan seleksi nasional untuk menentukan 10 pemain pelatnas untuk Asian Games 2018.

Seleksi nasional yang pada Minggu (15/10) ini memainkan jadwal pertandingan hari pertamanya, akan berakhir pada Senin (16/10) mendatang. Adapun lima pemain teratas di klasemen sementara seleksi nasional hingga hari pertama, di tunggal Putri 1. Dwi Rahayu Pitri kemudian Dede Tari Kusrini, Ana Kawengian, Siti Nur Arasy, Voni Darlina dan Angelica Sondakh.

Di tunggal putra ada Prima Simpatiaji kemudian Elbert Sie, disusul Irfandi Hendrawan,Gusti Jaya Kusuma, dan Fernando Sanger. (Ant)

Lihat juga...