Datangi Pomnas Achmad Dradjat Berbagi Ilmu

MAKASSAR – Pendiri cabang olahraga tarung derajat, Achmad Dradjat hadir di Pekan olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XV di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/10/2017). Pada perhelatan yang berlangsung 14-21 Oktober 2017 tersebut Dradjat berbagi ilmu beladirinya.

Achmad Dradjat mengatakan cabang olahraga tarung derajat yang banyak menekankan pada agresivitas serangan. Kendati demikian, aktivitas yang dilakukan  tidak hanya memukul dan menendang.

Teknis disebutnya sebagai poin penting bagi setiap atlet untuk meraih prestasi. “Saya mengingatkan para mahasiswa juga memperhatikan teknik bantingan, kuncian, dan sapuan kaki untuk menambah poin penilaian,” katanya dalam acara pembukaan pertandingan tarung derajat di GOR Unhas Makassa.

Pertandingan antar atlet mahasiswa untuk cabor bela diri tradisional Indonesia dibuka oleh Ketua Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Sulsel, Munafri Arifuddin. Kali ini pertandingan diikuti perwakilan dari 18 provinsi yang berasal dari berbagai universitas.

Paling banyak memenuhi syarat kesehatan untuk berlomba adalah dari Sulsel dan Jawa Barat. “Sulsel mengutus 19 atlet untuk berlaga di kelas tarung dan seni gerak. Ia menambahkan untuk di hari pertama pertandingan, digelar laga 48 partai untuk dua matras, kelas putra dan putri,” ujarnya.

Dibagian lain, lima provinsi di Indonesia bersaing untuk mendapatkan status sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVI pada 2019.

Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa (Bapomi) Sulawesi Selatan, Abd Rasyid di Makassar, Minggu, mengatakan kelima daerah itu masing-masing DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Bangka Belitung, dan Sumatra Barat.

“Semuanya mau jadi tuan rumah, sehingga pada saat sarasehan bersama Bapomi se-Indonesia hanya diputuskan ada lima Pemprov yang akan jadi nominator,” jelasnya.

Wakil Rektor III Unhas itu juga mengatakan jika kelima Pengprov ini sama-sama menyatakan minatnya menjadi tuan rumah untuk Pomnas yang akan digelar 2019. Setelah keputusan itu, menurut dia, selanjutnya akan dibentuk tim kecil yang akan membuat aturan atau regulasi untuk memilih tuan rumah Pomnas berikutnya.

“Jadi akan dibentuk semacam steering committee yang akan menentukan kriteria pemilihan tuan rumah,” ujar Rasyid.

Adapun setelah pembentukan tim dan kriteria tersebut, lanjut dia, maka akan dilakukan survei atau penilaian berdasarkan kriteria yang telah disusun. Untuk itu pada saat penutupan Pomnas XV nanti maka bendera Pomnas akan diserahkan kembali ke Kemenristekdikti karena belum ada tuan rumah yang diputuskan.

“Waktunya untuk mencari tuan rumah ini mungkin memakan waktu sekitar sebulan di kementerian hingga diputuskan nantinya tuan rumah yang baru,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...