BEIRUT – IS disebut telah melakukan serangan di Homs, kota di Pusat Suriah. Kelompok Pemantau Hak Asasi di Suriah menyebut, akibat serangan tersebut setidaknya 128 orang tewas.
Serangan yang terjadi tersebut telah berlangsung selama tiga minggu. Hingga akhirnya Suriah berhasil merebut kembali kota tersebut pada Sabtu (21/10/2017). Tidak ada tanggapan langsung dari pejabat pemerintah Suriah laporan yang diumumkan oleh sebuah kelompok pemantau perang yang bermarkas di Inggris tersebut.
“Pasukan Suriah dan pasukan sekutu berhasil menguasai kembali kota al-Qaryatayn setelah menyingkirkan teroris Daesh (kelompok IS) yang mengendalikannya,” ujar pernyataan dari pemerintah setempat.
Pada awal bulan ini, kelompok pemantau tersebut mengatakan bahwa pasukan IS telah merebut kota itu dari pasukan pemerintah. Sebagai bagian dari serangan balasan kelompok garis keras itu yang mendapat tekanan kuat di wilayah Suriah timur.
Sedikit-dikitnya 83 orang tewas dalam 48 jam, sebelum tentara Suriah merebut kembali kota tersebut. Laporan kelompok pemantau juga menambahkan bahwa IS telah menuduh warga sipil menjadi agen rezim.
Homs, adalah kota yang terletak hampir 300 kilometer dari Deir al-Zor, wilayah yang menjadi fokus utama serangan pasukan pemerintah saat ini dengan bantuan jet Rusia dan milisi dukungan Iran, dalam melawan kelompok IS.
Sementara itu sebah serangan udara di distrik Qusur, kota Deir al-Zor, Suriah timur, menewaskan lebih dari belasan orang. Pesawat jet milik pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat dalam melawan kelompok IS, melakukan serangan udara dan menewaskan 14 warga sipil serta melukai 32 lainnya.
Tentara Suriah didukung oleh Rusia dan milisi Syiah Iran melawan kelompok IS di kota Deir al-Zor, serta di bagian pedesaan sekitarnya. Mereka telah beberapa kali menyerang kelompok IS di daerah tersebut.
Pasukan gabungan pimpinan AS telah melakukan serangan udara terhadap kelompok IS untuk mendukung pasukan demokratik Suriah (SDF), kelompok gabungan milisi Kurdi dan Arab di sebelah timur Deir al-Zor.
Juru bicara pasukan gabungan Kolonel Ryan Dillon mengatakan, bahwa Dia akan memeriksa laporan tersebut. Namun diyakininya tidak ada penyebab yang memicu jet pasukan gabungan untuk menyerang sasaran di kota Deir al-Zor karena SDF tidak bertempur di sana.
Milisi dukungan AS dan tentara Suriah dan kelompok IS telah mengalami beberapa kali bentrokan dalam beberapa bulan belakangan ini. Dalam serangan yang mereka lancarkan untuk mengusir para pegaris keras dari daerah di Suriah timur. AS dan Rusia mengatakan bahwa mereka telah saling berkomunikasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya titik-titik kekerasan ketika melakukan dua serangan. (Ant)