YOGYAKARTA – Petani di Kabupaten Gunung Kidul mulai mengolah lahan pertanian menyambut musim hujan yang diperkirakan turun pada awal November.
Petani di Dusun Kembang, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, misalnya, mulai menggarap lahan pertanian setelah hampir dua pekan ini wilayah tersebut diguyur hujan cukup deras. “Saat ini, kami dan petani lainnya tengah melakukan proses penggarukan tanah,” kata seorang petani di Gunung Kidul, Minggu (8/10/2017).
Selain untuk menggemburkan tanah, proses ini juga untuk mempermudah dalam menanam benih tanaman atau sistem tumpangsari.
Menurut seorang petani, Tumin, sistem tumpang sari lebih menguntungkan bagi petani, mengingat lahan yang digunakan merupakan lahan pertanian tadah hujan. Artinya, jika tanaman padi gagal panen karena kurang air, petani masih dapat berharap tanaman palawija yang ditanam bersamaan dengan tanaman padi dapat berhasil.
“Lahan yang saya garap mencapai setengah hektare, dari luas lahan tersebut jika panen padi berhasil, bisa memanen lima puluh sampai seratus kuintal padi,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul, Bambang Wisnubroto, telah membuat surat kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) terkait dengan persiapan musim tanam. “Yang terpenting lahan disiapkan, jangan langsung ditanami,” katanya.
Dia mengatakan, Dinas Pertanian dan Pangan juga telah menyiapkan pupuk bersubsidi dan bibit. Untuk luasan lahan 2.745 hektare, telah disiapkan 637,5 ton pupuk bersubsidi. “Petani diharapkan bisa menyiapkan lahan. Kami juga menyiapkan pupuknya,” katanya. (Ant)