Pusdizki Berperan Bangun Mental Bangsa
BOGOR — Banyak orang belum mengetahui tugas dan fungsi satuan militer di Indonesia. Dari berbagai korps militer yang ada di bawah jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), ada satu korps yang memiliki satu tugas unik, Korps Zeni di jajaran TNI-AD.
Korps Zeni berdiri sejak 15 Oktober 1945, hanya berselang sepuluh hari setelah lahirnya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang menjadi cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Dalam Operasi Militer Perang (OMP), prajurit Zeni bertugas untuk mempercepat pergerakan pasukan kawan dengan menyiapkan infrastruktur jalan bagi pasukan kawan yang akan menyerang. Selain itu, mereka juga bertugas memperlambat pergerakan pasukan lawan dengan melakukan demolisi infrastruktur, agar pasukan lawan tidak cepat sampai ke pasukan kawan.
Pasukan Zeni juga menjaga kelangsungan hidup pasukan kawan dengan menyediakan infrastruktur listrik, air dan sumber energi lainnya. Selain itu, Korps Zeni juga memiliki tugas-tugas administrasi, karena korps Zeni juga menangani aset-aset negara yang sifatnya perlu tercatat.
Fungsi ini merupakan hal yang sangat diperlukan untuk kelancaran operasi milter perang, demikian ungkap Kolonel (Czi) Jamallulael, S.Sos, M.Si, komandan Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI-AD kepada Cendana News di Lapangan Hitam Pusdikzi, Bogor, pada Minggu (15/10). Dalam Operasi Militer Selain perang (OMSP), pasukan Zeni bisa ditugaskan untuk melakukan pembangunan infrastruktur guna kemaslahatan orang banyak.
Orang nomor satu di Pusdikzi itu menyampaikan point penting menjadi prajurit zeni yaitu memberikan bantuan bagi pasukan kawan dengan kompetensi unik yang dimiliki oleh Zeni itu sendiri. Selain tugas perang, pasukan Zeni juga bisa menjalankan tugas membangun infrastruktur negeri.
“Pembangunan jalan Tol Trans Papua, Trans Kalimantan itu tidak lepas dari peran Korps Zeni” ujar pria yang pernah menjabat Aslog Kasdam V/Brawijaya itu. Hal unik tersebut yang jarang diketahui oleh banyak orang, karena korps Zeni siap untuk menjalankan operasi militer, juga membangun bangsa.
Dirinya menyadari bahwa pembangunan bangsa tidak hanya di bidang infrastruktur bangunan fisik yang terlihat. Lebih dari itu, pembangunan mental anak-anak bangsa menjadi lebih penting di masa-masa saat ini, saat dimana informasi menyebar dengan pesat.
Pusdikzi sebagai lembaga pendidikan militer memfasilitasi warga yang ingin mengenal kedisiplinan. Banyak pihak ingin membentuk mental melalui pelatihan di pusdikzi TNI-AD.
“Saya merasa bangga karena ternyata mereka masih menyadari kehadiran kami di Bogor. Hal ini merupakan bukti bukti upaya Pusdizki membangun mental bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut lagi dirinya menjelaskan bahwa kita harus menanamkan dalam hati untuk selalu berbuat yang terbaik, memberikan karya-karya baik, dan bagi bangsa dan negara “Bukan semata-mata materi, atau uang” katanya.
Dia juga menyinggung amanat dari Direktur Zeni TNI AD, Brigjen (TNI) M. Munib. Bahwa prajurit Zeni harus mengenali diri sendiri, mengenali musuh, melaksanakan kegiatan dengan tulus dan ikhlas, serta tuntas.
Dirinya mengatakan bahwa implementasi pesan-pesan Direktur Zeni yaitu dengan mengadakan jam komandan, melakukan evaluasi terhadap tugas-tugas yang diberikan kepada personel organiknya.
“Dari pengalaman tugas tersebut bisa sebagai gambaran kepada siswa pusdikzi yg sedang melaksanakan sekolah dasar kecabangan Zeni” pungkasnya.