PSS Laporkan Wasit dan Panpel Cilegon United ke PSSI
YOGYAKARTA – Perlakuan tidak profesional yang dialami PSS Sleman saat bertandang ke kandang Cilegon United, Jumat (6/10/2017), akhirnya dilaporkan ke operator kompetisi dan PSSI. Akibat perilaku tak profesional itu, PSS yang sempat unggul 2-1 harus rela menerima hasil imbang 2-2.
Menurut Manajer Operasional PT. Putra Sleman Sembada (PSS), perusahaan yang menaungi PSS, Rumadi, pihaknya geram lantaran Super Elang Jawa, julukan PSS dikerjai wasit. Puncaknya, saat wasit Fajar Imanuel Ginting membuat keputusan kontroversial dengan memberikan penalti bagi tuan rumah.
“Wasit salah mengartikan sepakbola. Dia, gagal paham. Namanya sepak bola, menyepak mestinya dengan kaki. Tapi, ini bola mengenai paha, tapi dibilang handsball,” protes Rumadi, Minggu (8/20/2017) siang.
Pernyaataan Rumadi didukung rekaman video yang banyak beredar. Di mana bola tidak mengenai tangan bek Ahmad Hisyam Tolle. Namun, wasit tetap menganggap Fajar melakukan handsball. “Kami laporkan semuanya ke operator liga dan PSSI,” tegas Rumadi.
Ia menjelaskan, selain persoalan wasit, pihaknya juga mengalami perlakuan tidak profesional dari kubu tuan rumah. Salah satunya, saat Sigit Pramudya mendapat tindakan kasar berupa penganiayaan yang dilakukan oleh pemain maupun panpel Cilegon United.
Akibat peristiwa itu, Sigit mengalami robek pada bagian dahi dan luka memar akibat dipukul serta ditendang. Rumadi menilai Panpel tuan rumah lupa, bahwa sepakbola merupakan alat persatuan. “Yang mereka lakukan sangat melanggar sportivitas,” terangnya.
Yang lebih memalukan, katanya, pada laga tersebut Panpel tuan rumah menggelar pertunjukan tambahan. Yakni atraksi debus di tribun penonton. Rumadi mengaku menyesalkan atraksi tersebut. Adanya benda tajam dalam atraksi dinilai sebagai bentuk intimidasi.
“Kami siapkan bukti-buktinya. Buat kami, kalau memang tidak bisa memperbaiki sistem, ya gak usah membuat sistem bertambah rusak,” tambahnya.
Sementara itu, terkait laga pamungkas kontra Persis Solo, Selasa (10/10/2017) mendatang, Manajer PSS, Arif Juli Nugroho, memastikan timnya dalam kondisi siap. Tidak ada satu pun anak asuh Freddy Muli yang mengalami cedera. “Tidak ada yang absen. Cedera juga tidak,” katanya.
Jaguar Tomiangi, Ketua Panpel PSS menambahkan, panpel hampir siap menggelar laga krusial tersebut. Terkait suporter tim tamu, pria yang akrab disapa Jenggo itu memastikan tidak ada persoalan. Persis dipastikan tanpa suporter setianya, Pasoepati.
“Kami sudah berkomunikasi dan kami sampaikan surat serta alasan larangan suporter tamu datang ke Maguwoharjo. Semuanya bisa menerima seperti saat suporter PSS juga tidak diperkenankan hadir di Stadion Manahan pada pertemuan sebelumnya,” tambah Jenggo.