Produksi Cengkih Lebak Mencapai di Atas 2000 Ton

LEBAK — Produksi cengkih di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencapai 2.040 ton dari tanaman seluas 6.001 hektare sehingga turut menyumbang peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami mendorong petani terus mengembangkan komoditas cengkih karena permintaan pasar cenderung meningkat,” kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Ruli di Lebak, Selasa (24/10).

Pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan tanaman cengkih.

Saat ini, harga cengkih di tingkat penampung sekitar Rp120 ribu per kilogram sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadikan sentra komoditas cengkih, terutama di daerah dataran tinggi.

Tanaman cengkih cocok pada lahan perbukitan dan pegunungan, seperti Kecamatan Sobang, Cipanas, Lebak Gedong, Panggarangan, Cigemblomg, Cibeber, Bayah, dan Cijaku.

Oleh karena itu, produksi cengkih di Kabaupaten Lebak menjadi yang terbesar di Provinsi Banten karena pengembangannya secara turun temurun.

“Kami minta petani terus mengembangkan tanaman cengkih guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan selama ini perkebunan cengkih dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi petani, selain tanaman pangan dan hortikultura.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan menggeliat menyusul membaiknya harga cengkih di pasaran.

Pihaknya terus mendorong komoditas cengkih menjadi unggulan petani karena bisa menyerap lapangan pekerjaan yang mencapai ribuan orang.

Selain itu, katanya, petani cengkih bisa menunaikan ibadah haji serta membiayai pendidikan anak-anaknya hingga perguruan tinggi.

“Kami yakin dengan membaiknya harga cengkih itu dipastikan dapat memotivasi petani mengembangkan tanaman cengkih,” katanya.

Sumarna (50), seorang petani di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, mengaku terus mengembangkan budi daya tanaman cengkih karena nilai jual di pasaran terus membaik.

“Kami saat ini menanam cengkih sekitar dua hektare karena harganya terus naik,” katanya (Ant).

Lihat juga...