Presiden Zimbabwe Mugabe Batal Sebagai Duta WHO

JENEWA – Penunjukan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe sebagai duta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dibatalkan, Minggu (22/10/2017). Pembatalan penunjukan oleh WHO tersebut sebagai respon terhadap kemarahan kalangan pendonor Barat dan kelompok hak asasi manusia atas kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menunjuk Mugabe untuk jabatan seremonial itu pada pertemuan tingkat tinggi WHO mengenai penyakit kronis, yang dihadiri oleh kedua pria tersebut, di Uruguay, Rabu (18/10/2017).

Pada kesempatan penunjukan tersebut, Tedros memuji Zimbabwe sebagai negara yang menempatkan cakupan kesehatan universal dan promosi kesehatan di pusat kebijakannya untuk memberikan perawatan kesehatan bagi semua orang.

Namun Tedros dalam sebuah pernyataan terpisah mengatakan, bahwa dia telah mendengarkan orang-orang yang mengungkapkan keprihatinan mereka dan mendengar isu yang berbeda akhir-akhir ini dan semakin meningkat.

“Selama beberapa hari terakhir, saya telah merenungkan penunjukkan saya kepada Presiden Robert Mugabe sebagai Duta WHO untuk penyakit tidak menular di Afrika. Akibatnya, saya memutuskan untuk membatalkan penunjukan tersebut,” kata Tedros.

Pembatalan tersebut  diklaim telah melalui proses konsultasi dengan Pemerintah Zimbabwe. Hasil konsultasi menyimpulkan, pembatalan dilakukan dengan kepentingan  terbaik WHO sebagai organisasi kesehatan dunia.

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe – Foto: Istimewa

Mugabe adalah kepala Uni Afrika (AU) ketika blok tersebut mendukung Tedros yang merupakan mantan menteri kesehatan dan menteri luar negeri Ethiopia, sebagai kandidat dari Afrika untuk menduduki jabatan teratas WHO. Bahkan dalam prosesnya, penunjukan Tedros terjadi tanpa kontes regional nyata maupun perdebatan.

Sementara itu, Barat menilai, Mugabe, 93, dipersalahkan telah menghancurkan ekonomi Zimbabwe. Dan banyak melakukan pelanggaran hak asasi manusia selama 37 tahun memimpin sebagai presiden atau perdana menteri negara tersebut.

Inggris mengatakan bahwa penunjukan Mugabe sebagai duta persahabatan untuk penyakit tidak menular di Afrika sebagai hal yang mengejutkan dan mengecewakan. Hal itu disebut berisiko akan membayangi pekerjaan global WHO.

Amerika Serikat, yang telah memberlakukan sanksi kepada Mugabe atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia, mengatakan bahwa pihaknya kecewa atas penunjukkan Mugabe.(Ant)

Lihat juga...