Pecat  Pemerintah Katalunya, Spanyol Dinilai Lakukan Kudeta

MADRID – Keputusan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memecat pemerintahan Katalunya dianggap sebagai kudeta. Bahkan parlemen Katalunya mengangap Spanyol sedang melakukan serangan terhadap demokrasi.

Ketua Parlemen Katalunya Carme Forcadell menyebut, Perdana Menteri Rajoy berupaya untuk menghilangkan demokrasi di parlemen Katalunya. “Perdana Menteri Rajoy menginginkan parlemen Catalunya berhenti menjadi parlemen yang demokratis. Dan kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi,” tegas Carme Forcadell dalam sebuah pidato, Sabtu (21/10/2017).

Forcadel menyebut, parlemen Katalunya tetap akan menjaga keteguhan dan harapan yang disematkan oleh rakyat. Dan apa yang dilakukan tersebut menjadi sebuah pesan agar masyarakat Katalunya juga tetap teguh dalam menjaga asa dan harapan yang sudah disematkan.

“Kami berkomitmen hari ini, setelah serangan paling serius terhadap lembaga-lembaga Catalunya sejak dipulihkan, untuk mempertahankan kedaulatan parlemen Catalunya,” katanya.

Hubungan antara Katalunya dan Spanyol semakin memanas, setelah warga Katalunya menggelar referendum yang diyakini akan membawa Katalunya lepas dari Spanyol. Spanyol menilai apa yang dilakukan oleh Katalunya sebagai tindakan illegal dan terus mencoba melakukan upaya penggagalan.

Setelah sebelumnya dilakukan pengiriman aparat kepolisian untuk menggagalkan proses pemungutan suara. Pemerintah Spanyol akan mempergunakan kekuasaannya untuk menghentikan proses referendum dengan memecat pemerintah Katalunya. (Ant)

Lihat juga...