Panjat Pagar Beton, Enam Imigran di Rudenim Balikpapan Kabur
BALIKPAPAN — Panjat pagar beton setinggi enam meter, enam imigran asal Afganistan melarikan diri dari Rumah Detensi Imigran (Rudenim) Balikpapan di Jalan Sosial Tengah, Lamaru, Balikpapan Timur. Mereka diketahui kabur Jumat (27/10) sekitar pukul 04.22 WITA. Enam tahanan yang kabur itu ditampung kamar E dan F dengan jenis kelamin laki-laki.
Kasi Pengawasan Kantor Imigrasi kelas I Balikpapan Bismo Surono mengungkapkan kabar kaburnya tahanan diketahui saat seorang petugas imigrasi mengecek jumlah tahanan. “Mereka kabur setelah menjebol kawat berduri dan memanjat dinding pakai besi penutup parit lalu keluar pakai selimut yang diikat dan disambung,” katanya Jumat, (27/10/2017).
Baca juga: Amerika akan Mendeportasi Imigran Indonesia
Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengamankan kembali 5 tahanan yang masih kabur, karena satu tahanan berhasil diamankan.
“Mereka yang kabur bernama Reza Panahi, Morteza Haidar, Mohamad Hadi Haidar, Mohamad Jawad Esani, dan Ali Agha Hamzah. Satu tahanan bernama Ali berhasil diamankan dengan luka di kaki akibat terkena pagar,” sebut Bismo.
Menurut Kasi Perawatan dan Kesehatan Rudenim Balikpapan, Nia Ferinita selama ini banyak dari mereka yang sudah menghuni hingga tiga tahun. Sementara pihak Imigrasi tidak memperbolehkan mereka keluar dari area Rudenim seluas 6,8 ribu meter persegi.
“Mungkin mereka rata-rata bosan secara psikologis. Soalnya tidak diperkenankan keluar,” tandasnya.
Baca juga: WNA Asal Portugal Diduga Menyalahgunakan Visa Kunjungan
Kondisi Rudenim saat ini telah melebihi kapasitas yang dijaga satu petugas dan satu sekuriti. Tugas sekuriti hanya sebagai pengaman aset. Dan tidak bertanggung jawab terhadap warga binaan.