Novel ‘Hujan Bulan Juni’ Difilmkan

MANADO — Penulis buku dan novel ‘Hujan Bulan Juni’, Sapardi Djoko Damono, tak terpikir karnyanya bisa masuk layar lebar dan dijadikan film oleh produser Avesina Soebli, di mana film ini akan tampil serentak di seluruh bioskop di Indonesia pada 2 November, mendatang.

Saat di temui di Manado pada pemutaran perdana film Hujan Bulan Juni, sastrawan era sembiln puluhan itu menuturkan, sangat bangga puisi cinta karyanya bisa dijadikan film untuk menginspirasi anak muda Indonesia. Menurut Sapardi, ‘Hujan Bulan Juni’ merupakan salah satu puisi dan dijadikan dalam bentuk buku, kemudian  berubah menjadi cerita komik, novel selanjutnya diangkat menjadi film.

”Saya senang ‘Hujan Bulan Juni’ bisa menjadi sebuah cerita dalam film, semua puisi ini nantinya akan bercerita dan diperankan oleh para pemain yang profesional, sehingga puisi yang telah bertranformasi jadi sebuah film akan sangat diminati oleh masyarakat, apa lagi para anak muda, sehingga akan semakin memberikan inspirasi tentang arti sebuah kehidupan”, terang Sapardi Djoko Damono, Minggu (22/10/2017).

Sapardi mengatakan, saat ini tak banyak kumpulan puisi bisa dijadikan film karena butuh kerja keras, apalagi pada film ‘Hujan Bulan Juni’ ini, banyak puisi yang akan muncul sehingga cerita dalam film ini akan makin seruh untuk di tonton bersama.

”Saya selalu menuturkan secara sederhana dalam setiap karya puisi, sehingga pesan yang muncul dalam puisi itu akan mudah melekat dan dimengerti oleh semua masyarakat”, katanya.

Sementara itu produser film, Avesina Soebli, menjelaskan, film ‘Hujan Bulan Juni’ 80 perse shooting dan diproduksi di Manado, Sulawesi Utara, sehingga banyak nuansa Manado yang diangkat dalam film ini. Menurutnya, tokoh utama dalam film ini berdarah Minahasa yang diperankan artis Velove Vexia, yang akan tampil sebagai Pingkan. Kemudian Sarwono yang diperankan oleh Adipati Dolken. Keduanya saling menyukai, namun karena perbedaan agama sehingga mendapat pertentangan oleh keluarganya di Manado.

”Ada juga aktor Surya Saputra dan Ira Wibowo, akan ikut bermain dalam film ini, sedangakan pemeran pembantu diambil dari pemain lokal Manado, sehingga cerita film ini banyak mengeksplor pariwisata daerah ini yang dijadikan sebagai lokasi pengambilan gambar”, ucap produser, Avesina.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menyambut baik hadirnya film ‘Hujan Bulan Juni’ karya pujangga Sapardi Djoko Damono yang mengambil shooting di Manado. Menurut Dondokambey, dengan banyaknya lokasi pengambilan gambar yang berpindah-pindah tempat, semakin banyak obyek wisata baru yang akan muncul, sehingga dengan adanya film ini, maka wisatawan akan semakin mengenal kearifan lokal yang bisa mengangkat nama daerah, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Manado, Sulut.

”Atas nama pemerintah daerah, saya selaku Gubernur Sulut mengapresiasi film ‘Hujan Bulan Juni’, semoga sukses di Indonesia, sehingga pariwisata daerah yang terus dikembangkan oleh pemerintah semakin banyak dikenal oleh wisatawan, dan bukan hanya wisatawan lokal atau daerah, tapi juga mancanegara”, jelas Olly Dondokambey, Minggu (22/10/2017).

Lihat juga...