Lebih 3.000 Imigran Gelap Ditemukan di Sabratha Libya

TRIPOLI – Ribuan imigran gelap ditemukan di pusat Penahanan Kota Sabratha di Libya Barat, Sabtu (7/10/2017).

Pejabat senior wilayah setempat menyebut, 3.000 imigran tersebut dalam perjalanan menuju Eropa.  Penemuan imigran tersebut terjadi setelah pasukan operasi anti IS berhasil merebut wilayah tersebut dari kelompok bersenjata.

“Saat pasukan operasi anti-IS merebut kekuasaan atas kota tersebut dan mengalahkan kelompok bersenjata itu, lebih dari 3.000 migran gelap ditemukan di dalam pusat penahanan. Mereka bersiap menyeberang dari Libya ke Eropa dengan naik perahu,” kata Kepala Biro Imigrasi Anti-Imigran Gelap Sabratha Basim Al-Gharabi, Sabtu (7/10/2017).

Dari pemeriksaan yang dilakukan imigran tersebut tercatat berasal dair Afrika, Arab maupun Asia. Para imigran tersebut ditahan dalam kondisi tidak manusiawi. Puluhan anak kecil dan perempuan hamil terdapat dalam kelompok imigran tersebut.

“Sebagian migran memberitahu kami bahwa mereka belum diberi makan selama satu pekan,” tambah Al-Gharabi.

Al-Gharabi juga mengatakan satu tempat penampungan sedang disiapkan untuk menampung migran di Sabratha melalui kerja sama dengan Organisasi Internasional bagi Migrasi.

Pejabat senior tersebut merujuk kepada pentingnya campur-tangan pemerintah dan masyarakat internasional untuk memulangkan ribuan migran gelap ke negara asal mereka. Sabratha adalah salah satu tujuan penyelundupan terbesar di Libya, kata beberapa organisasi internasional.

Penyelundup memanfaatkan kondisi tidak aman dan kacau di negeri tersebut untuk menyelundupan ribuan migran dengan menggunakan perahu rapuh untuk menyeberangi Laut Tengah menuju pantai Eropa. Banyak di antara mereka menemui ajal dalam pelayaran semacam itu. (Ant)

Lihat juga...