KPU: Pilkada Harus Lahirkan Pemimpin Luar Biasa  

MEDAN – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 harus melahirkan pemimpin yang luar biasa. Harapan tersebut muncul memperhitungkan kegiatan pesta demokrasi tersebut akan menghabiskan anggaran yang juga luar biasa besar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman mengatakan, pilkada serentak pada 2018 akan digelar di 171 pilkada kabupaten dan kota serta provinsi. 17 diantaranya adalah pemilihan gubernur.

Dalam pilkada di 171 daerah tersebut, negara mengalokasikan anggaran yang sangat besar dan dikategorikan rekor yakni sekitar Rp11,3 triliun. Ditambah dengan anggaran rutin KPU, jumlahnya akan lebih besar yakni Rp23 triliun.

Lain lagi dengan anggaran untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan jajarannya yang berada di kisaran Rp8 triliun atau sekitar 30 persen dari anggaran KPU. Anggaran tersebut akan semakin besar jika dihitung pembiayaan bagi Polri untuk mendukung pengamanan seluruh tahapan pilkada.

u”Lain lagi dengan TNI, pemda, dan dana yang dikeluarkan peserta,” katanya dalam peluncuran pemilihan gubernur Sumut di Medan yang dihadiri Gubernur Sumut Erry Nuradi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Somantri, dan seluruh anggota KPU provinsi dan kabupaten/kota di Sumut itu, Minggu (8/10/2017).

Penyelenggaraan pilkada serentak pada 2018 semakin luar biasa jika dilihat dari jumlah orang-orang yang akan terlibat lanagsung. Dalam pilkada serentak tersebut, pemungutan suaranya akan dilakukan di 860 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jika setiap TPS menggunakan tujuh petugas, berarti akan ada lebih dari enam juta orang yang akan bekerja untuk mencari calon pemimpin tersebut. Disebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan dan banyak orang yang terlibat, pilkada tersebut harus mampu melahirkan pemimpin yang luar biasa dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Kalau tidak, terlalu besar pertaruhan kita dalam menjalankan proses demokrasi ini,” pungkas Arief. (Ant)

Lihat juga...