Jemput Bola KTP-El di TMII Capai 22 Ribu Pemohon

JAKARTA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrullah, mengatakan, pihaknya sudah ratusan kali melakukan pelayanan perekaman cetak kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di seluruh Indonesia.

Menurutnya, rata-rata setiap harinya itu hanya merekam sekitar 200-300 pemohon KTP-el. Namun, pada pelayanan KTP-el yang digelar di pelataran Theater Imax Keong Mas Taman  Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, lima hari ini sejak Rabu (18/10/2017) hingga Jumat (22/10/2017) disambut antusias masyarakat. Yakni terdapat sekitar 22 ribu permohonan yang masuk sejak Rabu.

“Data yang masuk dari Rabu sampai Jumat siang ini 18.994 pemohon. Dan, sekarang sudah masuk 3.000 lagi pemohon, sehingga data yang masuk dari Rabu sampai Jumat sore ini, ada ada 22.000 permohonan. Bagi kami ini menunjukkan animo masyarakat yang begitu tinggi untuk memiliki KTP-el,” kata Zudan, pada konferensi pers di Ruang Seminar Hall D Nusantara Expo Keong Emas TMII, Jakarta, Minggu (22/10/2017) sore.

Zudan menjelaskan, dari 18.994 itu, sebanyak 13.000 permohonan berasal dari DKI dan 6.000 dari luar seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Depok.

Ada juga masyarakat Cilacap, Jawa Tengah yang datang dua bus, yang kebetulan tengah wisata ke TMII, lalu turut mengurus KTP-el.  Sedangkan dari luar Jawa ada 90 pemohon, dan Jawa Timur sekitar 22 pemohon.

“Ini menunjukkan ada satu kebutuhan dari masyarakat yang belum punya KTP-el secara nasional. Ini juga menjadi bagian dari evaluasi untuk lebih solid lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zudan.

Pada kesempatan ini, Zudan pun mengatakan, bahwa banyak pertanyaan yang disampaikan kepada dirinya. Yakni, masyarakat  itu, kata Zudan, sudah sekitar setahun mengurus KTP-el di kecamatan dan kelurahan tempat tinggalnya, tapi tidak pernah dicetak. Namun, ketika mengikuti pelayanan di Nusantara Expo justru langsung tercetak pada hari itu juga.

Pada prinsipnya, menurut Zudan, KTP-el yang dicetak di pusat dapat juga dilakukan di daerah. Sebaliknya pun demikian. Sebab, seluruh jajaran Dukcapil mempunyai standar sama, alat dan bahan juga  sama.

“Ada 74 yang tidak bisa dicetak selama pelayanan di Nusantara Expo.  Pada Sabtu (21/10/2017), permohonan yang masuk 1.868, yang tak bisa dicetak 74 permohonan. Ini  karena sedang diverifikasi, divalidasi penunggalan datanya, sedang dicek apakah berdata ganda atau tidak,” jelas Zudan.

Dirinya menegaskan, pihaknya akan terus berupaya jemput bola atau mendatangi langsung masyarakat yang membutuhkan pelayanan KTP-el. Pihaknya akan mendatangi kantor-kantor media, perguruan tinggi, sekolah menengah atas (SMA) serta instansi  seperti perbankan dan lainnya.

“Caranya kirim saja surat ke Ditjen Dukcapil atau Dinas Dukcapil masing-masing wilayah. Perlu saya sampaikan, semua layanan kami gratis,” ucap Zudan.

Terkait blanko, dia menyebutkan, hingga saat ini blanko yang sudah dicetak 14,5 juta keping. Saat ini ada stok sebanyak 4 juta keping. Dan, hingga November 2017 akan ada diupayakan tersedia tambahan sebanyak 11 juta keping.

“Jadi, tersedia 15 juta keping. Insya Allah 2018 aman, semua sudah terlayani. Bagi daerah yang blankonya habis segera minta ke pusat. Saya intruksikan agar dinas dukcapil kabupaten kota segera mencetak hasil perekaman yang sudah PPR, KTP yang rusak atau hilang,” ungkap Zudan.

Mulai Senin besok, jelas dia, pelayanan KTP-el dilakukan di setiap kelurahan dan kecamatan berjalan seperti biasa. Karena pelayanan di TMII ini sifatnya bonus bagi pengunjung expo.

“Ada berita hoax soal pelayanan ini tidak benar,  tapi akhirnya membesarkan nama dukcapil. Alhamdulillah, kami bisa melayani masyarakat dengan lancar,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Edison Sianturi mengatakan, pihaknya telah membangun berbagai strategi pelayanan perekaman cetak KTP-el. “Kami di Jakarta, seluruh perekaman, pencetakan kami lakukan mobile atau berkeliling,” tegas Edison.

Dirinya menyebut, bahwa penduduk Jakarta yang belum melakukan perekaman sekitar 39 ribu orang. Hal itu disebabkan berbagai alasan dari penduduk tersebut, misalnya karena sakit, masih  di luar negeri, dan kesibukan kerja.

“Bagi warga yang sakit, kami sampaikan bahwa kami lakukan strategi buat pengumuman di semua kelurahan DKI Jakarta. Kalau sakit, Dukcapil yang datang ke rumah untuk lakukan perekaman. Kami akan jemput bola,” ungkapnya.

Dia juga berharap, agar masyarakat proaktif melakukan perekaman KTP-el. “Karena ada juga yang ogah-ogahan (tidak mau) merekam. Mulai Senin besok, semua keluruhan melayani proses KTP-el dan dicetak di sana. Blanko sudah disebar di seluruh kelurahan se-DKI Jakarta,”  tukas Edison.

Senada, Heru Sudarmanto, Kepala Bidang Kependudukan Dukcapil Kota Tangerang juga mengatakan, pihaknya berkomitmen seluruh layanan KTP-el diutamakan layanan jemput bola.

“Tim kami  siap melakukan pelayanan pada hari libur untuk melakukan perekaman KTP-el, baik di kantor maupun jemput bola. Untuk melakukan target masyarakat yang belum punya KTP-el,” kata Heru.

Terkait pencetakan, tambah dia, pihaknya juga telah melakukan target pencetakan sesuai PRR.

Lihat juga...