Indonesia Tuan Rumah Temu SAR Internasional
BADUNG – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai institusi pemerintah yang berada di bawah naungan INSARAG dalam melakukan pencarian dan pertolongan pada bencana perkotaan, menggelar kegiatan bertaraf internasional INSARAG Team Leader Meeting 2017. Kegiatan yang bertajuk “Strengthening the Effectiveness and Coordination of International Urban Search and Rescue Assistance” diikuti oleh seluruh peserta yang menjadi anggota INSARAG.
Indonesia sebagai salah satu anggota INSARAG berkesempatan menjadi tuan rumah dalam INSARAG Team Leaders Meeting 2017. Kegiatan ini dilaksanakan di Bali, 18 sampai 20 Oktober 2017. Kegiatan yang diikuti oleh 56 negara/organisasi tersebut terbagi menjadi dua kegiatan yakni Working Group Meeting dan Team Leaders Meeting. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi SAR Basarnas, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus.
Menurut pria yang akrab disapa Rizki Titus mengatakan, Basarnas memiliki peran penting dalam tanggap darurat saat terjadinya bencana, sesuai dengan yang tertulis dalam Undang-Undang No 29 Tahun 2014.
“Dengan visi mensukseskan operasi SAR yang efisien dan kredibel serta misi menjalankan operasi SAR yang efektif dan aman, Basarnas berkomitmen menjadi yang terdepan dalam penanganan musibah dan bencana alam untuk menyelamatkan jiwa manusia dan meminimalkan risiko,” ungkapnya usai membuka acara tersebut, Rabu (18/10).
Terkait dengan kondisi Gunung Agung saat ini, Ivan Ahmad Rizki Titus menegaskan akan kesiapan Basarnas dalam merespon kemungkinan terjadinya erupsi.
“Sebagai lembaga pemerintah di bidang pencarian dan pertolongan yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan, tentunya memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan nyawa manusia dari ancaman bencana alam,” imbuhnya.
Turut hadir dalam pembukaan INSARAG 2017, Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika serta Head of Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) Indonesia, Mr. Oliver Lacey Hall.
Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan operasional tim SAR seluruh dunia dalam memberikan bantuan URBAN SAR internasional. Selain itu kegiatan ini juga sebagai forum diskusi terhadap isu-isu teknis melalui praktik serta pelatihan terbaik berdasarkan pada materi pelatihan SAR sebelumnya. Diharapkan dapat menemukan solusi permasalahan terkait operasi dan diklat (pendidikan dan pelatihan) berdasarkan pengalaman di lapangan.
Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya koordinasi antarberbagai Tim Urban SAR internasional dalam memberikan bantuan SAR terhadap negara-negara yang terkena dampak bencana dalam skala besar serta terwujudnya kebijakan dan pedoman bagi Tim Urban SAR internasional dan nasional sebagai pelaku penanganan.
International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) sendiri adalah sebuah jaringan global dengan anggota lebih dari 80 negara dan organisasi di bawah payung PBB. INSARAG menangani kegiatan-kegiatan di bidang pencarian dan pertolongan pada bencana perkotaan atau lebih dikenal dengan Urban SAR. Organisasi ini bertujuan menyediakan pedoman, standar dan metodologi terhadap penanganan bencana dalam skala massif, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk dan dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar. INSARAG Guidelines disepakati dan disetujui melalui the United Nations General Assembly Resolution 57/150 tahun 2002.
Untuk dapat melaksanakan pertemuan tim SAR internasional, Basarnas harus mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang dan meningkatkan kapasitas. Khususnya di bidang URBAN SAR berdasarkan INSARAG Guidelines dan Metodologi. Basarnas juga harus meningkatkan infrastuktur untuk mendukung operasi SAR dan meningkatkan koordinasi dengan seluruh stake holder nasional dan internasional. Maka dari itu sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, Basarnas sangat terbuka terhadap kemungkinan untuk membangun kerja sama nasional dan internasional.