Hotel di Mogadishu Diserang Bom Mobil

MOGADISHU – Mobil berisi bom ditabrakkan pada sebuah hotel di ibu kota Somalia, Mogadishu. Dan setelah  meledak sekelompok gerilyawan bersenjata dilaporkan menyerbu hotel tersebut.

Perwira Polisi setempat Mayor Abdullahi Aden mengatakan, seorang saksi mata menyebut bahwa bom mobil tersebut meledak di pintu gerbang hotel Nasahablod Two.
“Mereka bertempur di dalam. Sejauh ini kita belum punya data jumlah korban, ” katanya, Sabtu (28/10/2017).

Hotel yang disasar adalah sarana yang sering dikunjungi oleh anggota parlemen setempat. Termasuk anggota militer dan masyarakat sipil juga sering menjadi pengunjung yang menyebabkan hotel tersebut menjadi gedung yang cukup sibuk.

Masih belum jelas siapa yang berada di balik serangan tersebut. Namun kelompok al Shabaab sering melakukan pemboman dan serangan senjata di negara Tanduk Afrika itu. Al Shabaab berjuang untuk menggulingkan pemerintahan Somalia yang didukung barat dan menegakkan peraturan yang sesuai dengan hukum syariah Islam.

Serangan yang terjadi bom di Mogadishu bulan ini tercatat telah menewaskan setidaknya 358 orang. Serangan bom tersebut menjadi peristiwa paling mematikan sejak gerilyawan mulai mengangkat senjata melawan pemerintah satu dasawarsa lalu.

Presiden Mohamed Abdullahi Famaajo menetapkan tiga hari masa berkabung nasional dan meminta warga menyumbangkan darah. Dia juga menyeru masyarakat membantu korban serangan tersebut.

Kepolisian mengatakan bahwa truk membawa bom meledak di depan hotel di perempatan K5, yang dekat dengan gugus gedung pemerintahan, restoran, dan kios. Ledakan itu meratakan sejumlah bangunan dan membuat puluhan kendaraan terbakar.

Dua jam kemudian, satu bom lain meledak di distrik Medina, kota sama. Kepolisian dan petugas penyelamat berupaya mencari para korban di dalam timbunan reruntuhan gedung. Mereka berhasil mengangkat puluhan mayat, yang sudah tidak bisa dikenali identitasnya, pada malam sebelumnya.

Di sisi lain, ratusan orang mendatangi lokasi pengeboman untuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Pihak kepolisian sendiri sudah membatasi area tersebut karena alasan keamanan.

Belum ada kelompok mengaku bertanggung jawab. Meski demikian, kelompok bersenjata Al Shabaab, yang berafiliasi dengan Al Qaeda, sering menggelar serangan di ibu kota dan daerah lain di Somalia.

Al Shabaab kini tengah bergerilya melawan pasukan pemerintah yang dibantu oleh tentara Uni Afrika dengan tujuan menggulingkan pemerintahan dan menerapkan aturan agama sesuai dengan interpretasi mereka.

Al Shabaab menguasai Mogadishu selama empat tahun antara 2007 hingga 2011. Mereka mundur saat mendapat serangan balasan dari pasukan perdamaian kiriman Uni Afrika, yang juga berhasil mengusir Al Shabaab dari daerah kekuasaan mereka. (Ant)

Lihat juga...