Gurih Pedas Ayam Gepuk Sambal Bawang
LAMPUNG — Berbagai varian kuliner dengan bahan dasar ayam, banyak dibuat sebagai kreasi makanan tradisional hingga modern, dengan berbagai cara penyajian untuk memenuhi selera konsumen dan tren kekinian dalam penyajian kuliner.
Salah satu varian olahan kuliner berbahan ayam dikenal dengan menu ayam gepuk, yang berarti “tumbuk, pukul” dalam proses pembuatannya, yang belum banyak ada di wilayah Penengahan.
Sebagai pemilik usaha kuliner sejak beberapa tahun silam dengan spesialisasi soto ayam tradisional, Saliyah (38) dan suaminya, Ghozali (46), warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mulai menyajikan varian ayam gepuk memenuhi selera konsumen akan variasi kuliner berbahan ayam yang pedas berbeda dari menu biasanya.

Menurut Saliyah, menu ayam gepuk dengan ciri khas bumbu bawang menjadi menu andalan di warung yang diberinya nama Nasi Goreng dan Ayam Gepuk Saliyah, beserta menu lain yang disediakan menyesuaikan selera pelanggan termasuk menu mie ayam bakso yang sudah cukup umum dijual. Sebagai satu satunya penjual ayam gepuk di wilayah tersebut, Saliyah menyebut pengunjung kerap memesan ayam gepuk melalui messenger Facebook atau WhatsApp, sehingga saat datang dirinya sudah mempersiapkan khususnya bagi pelanggan yang sudah kerap makan menu ayam gepuk buatannya atau meminta dikirim langsung ke alamat pemesan.
Pemanfaatan jejaring sosial sekaligus sebagai sarana berkomunikasi dengan kerabat, kawan hingga konsumen sekaligus menjadi wahana promosi yang efektif sehingga kuliner yang ditekuninya semakin diminati pelanggan pecinta kuliner yang berbeda dengan menu berbahan ayam.
Proses pembuatan ayam gepuk yang empuk, diakuinya dimulai dari penyiapan bahan dasar berupa ayam kampung atau ayam pedaging menyesuaikan selera konsumen, sehingga dirinya sudah menyiapkan dua jenis ayam tersebut, meski berdasarkan pengalaman dominan konsumen menyukai ayam potong atau ayam pedaging.
Ayam seberat 1,5 kilogram yang dibersihkan dan dibelah empat bagian sudah disiapkan secara khusus, sehingga bisa diolah saat pelanggan memesan. Setelah ayam disiapkan, proses selanjutnya untuk membuat ayam terasa empuk, dilakukan proses pengungkepan atau merebus ayam dengan bumbu pilihan yang telah disiapkan.
Bumbu ungkep, kata Saliyah, menjadi kunci utama dalam kelezatan dan empuknya ayam gepuk buatannya, sehingga bahan dasar ayam sudah dibumbui. Bumbu ayam ungkep berupa bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, laos, batang serai, salam, daun jeruk, garam, gula penyedap rasa. Semua bumbu tersebut dihaluskan untuk dicampurkan pada daging ayam, lalu diungkep selama lebih kurang 1 jam dengan api sedang menggunakan tungku tanah berbahan bakar kayu, sehingga lebih terasa proses tradisional pengolahannya.
Setelah ayam ungkep matang, selanjutnya ayam ditiriskan sembari menyiapkan bahan-bahan lain yang akan dipergunakan untuk menggoreng dan disiapkan beberapa saat sebelum pelanggan memesan. Bahan adonan tersebut di antaranya bahan tepung beras, tepung tapioka, penyedap rasa, diaduk dengan putih telur menjadi adonan, selanjutnya ayam dibaluri dengan adonan tepung tersebut lalu digoreng hingga menguning matang menciptakan kesan krispi atau renyah pada ayam yang sudah digepuk atau dimemarkan. Tambahan tempe mendoan atau tempe kemul juga kerap disiapkan sebagai menu pelengkap ayam gepuk.
Selama proses penyiapan ayam gepuk, bahan lain yang harus sudah disiapkan adalah sambal yang disebut dengan sambal bawang, yang dibuat dari campuran cabe rawit, cabe merah keriting, bawang putih lalu diulek. Sebelumnya, semua bahan tersebut digoreng setengah matang dan selama penghalusan diberi tambahan penyedap rasa.
Sambal pelengkap ayam gepuk, kata Saliyah, terbuat dari cabe rawit dengan keistimewaan level kepedasan berbeda mulai dari level 1 hingga lebel 5 mengikuti jumlah cavai dimulai dari level 1 sebanyak 10 cabai rawit, level 2 sebanyak 15 cabai , level 3 sebanyak 30 cabai, level 4 sebanyak 50 cabai, level 5 sebanyak 100 cabai.
Setelah sambal disiapkan dan disajikan dalam piring bersama ayam gepuk, pelengkap yang tak lupa disiapkan, di antaranya berbagai jenis lalapan berupa selada, kemangi, mentimun serta terkadang jengkol dan petai. Bagi penyuka sayur asem pun sudah disediakan dengan ciri khas daun melinjo,irisan terong serta kacang tanah.
Kuliner ayam gepuk Salinah bisa menjadi rujukan pemburu kuliner dan bisa dinikmati sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB, dengan cukup merogoh kocek untuk satu porsi ayam gepuk Rp20.000, lengkap dengan nasi, jika tanpa nasi hanya Rp15.000 atau dengan tambahan minuman teh cukup merogoh kocek 25.000 dan terjangkau kantong pelanggan yang tak sempat memasak di rumah.
Hendra, salah satu pecinta kuliner pedas mengaku kerap menikmati menu ayam gepuk yang disediakan oleh Saliyah, karena selain rasa ayam gepuk yang cukup gurih dan renyah sambal dengan berbagai level pernah dicobanya untuk merasakan sensasi menyantap ayam gepuk dengan berbagai level sambal.
“Saya tidak harus pergi jauh untuk menikmati ayam gepuk, karena di sini juga tersedia dengan harga terjangkau dan rasanya tak kalah dengan ayam gepuk di tempat lain”, ungkap Hendra, yang pernah merasakan ayam gepuk di Jakarta.