Geliat Literasi Butuh Kepedulian Berbagai Pihak

LAMPUNG – Aktivitas serta kegiatan literasi di wilayah Lampung menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Lampung termasuk di antaranya pasca dicanangkannya Lampung Membaca yang menjadi gerakan tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke pedesaan.

Sebagai upaya untuk memberi dukungan pegiat literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung dan Lampung Selatan melakukan road show ke beberapa komunitas serta pegiat literasi, salah satunya di wilayah Bakauheni dengan menggelar diskusi dan berbagi pengalaman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Herlina Warganegara menyebut keberadaan pegiat literasi tersebut sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menggiatkan gerakan literasi di Lampung terutama dengan fasilitas yang sudah disediakan di antaranya keberadaan Perpustakaan Seru (Perpuseru) serta Perpustakaan Keliling.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Herlina Warganegara (kanan), Eka Riantinawati (kiri) selaku Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lamsel dan sejumlah pegiat literasi [Foto: Henk Widi]
Herlina Warganegara yang didampingi oleh Eka Riantinawati selaku Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lampung Selatan yang hadir dalam sosialisasi literasi tersebut mengaku sangat mengapresiasi kegiatan literasi di Lampung dan Lampung Selatan khususnya dengan tetap berpesan kepada para pegiat literasi untuk saling bersinergi dan mendukung upaya pemerintah dalam membudayakan mencintai membaca sejak dini bahkan hingga ke pedesaan.

“Saya mengapresiasi kepada masyarakat yang ikut menyiapkan anak bangsa ke depan dalam menjaga kualitas pendidikan jauh-jauh hari terutama dalam buku bacaan dan pemerintah tetap akan memberikan dukungan,” terang Herlina Warganegara selaku Kepala Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung saat kegiatan sosialisasi literasi dan diskusi di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, Jumat (27/10/2017).

Bentuk dukungan pemerintah tersebut diakui Herlina Warganegara dilakukan dengan memberikan bantuan dalam sarana membaca buku dengan buku-buku bacaan serta dukungan dalam pembangunan pojok baca serta rumah baca di Pulau Sebesi. Dukungan dari pemerintah tersebut bahkan diberikan juga oleh komunitas literasi lain di antaranya komunitas motor YNCI (Yamaha Nmax Club Indonesia) dan Metal (Menuju Taqwa Allah)dan Komunitas Pustaka Bergerak Lampung dalam penambahan buku bacaan.

Pada kesempatan tersebut Camat Kecamatan Bakauheni, Zaidan, SE menyebut Kecamatan Bakauheni saat ini memiliki sebanyak 5 perpustakaan desa yang ada di sebanyak 5 desa yang ada di Kecamatan Bakauheni. Ia menyebut peranan masyarakat di wilayah Bakauheni khususnya di beberapa desa di antaranya Desa Kelawi. Muncul pegiat literasi di antaranya Perahu Pustaka, Jangkar Pustaka, Motor Pustaka serta pegiat literasi lain dengan kesediaan untuk mendatangi setiap pelosok dusun membawa buku.

“Di beberapa wilayah keberadaan perpustakaan sebagai pendukung kegiatan literasi sudah sangat terlihat dengan adanya kesadaran masyarakat untuk melakukan aktivitas literasi dengan dedikasi yang tinggi,” terang Zaidan.

Terkait sosialisasi tersebut, Radmiadi selaku penggagas Perahu Pustaka di wilayah Bakauheni mengungkapkan perjuangan untuk membentuk sebuah gerakan literasi pedesaan bukan sebuah perkara mudah terutama jarak tempuh antara daratan dengan beberapa pulau terpencil di antaranya Pulau Sebesi, Pulau Rimau Balak dan beberapa desa di wilayah pesisir pantai.

Radmiadi mengaku dukungan gerakan literasi yang mulai dilakukan bersama dengan Radmiadi, Ardyanto, Hamdani, Samsul sekaligus pegiat literasi Jangkar Pustaka oleh Brigadir Polisi Agung, Niluh dan Satria masih mempergunakan dana pribadi yang dipergunakan untuk membeli buku dan sebagian merupakan donasi dari berbagai pihak.

“Awalnya jumlah buku hanya berjumlah puluhan selanjutnya berkembang menjadi ratusan bahkan ribuan buku kami siapkan di Desa Kelawi yang selanjutnya kami bawa ke pedesaan,” terang Radmiadi.

Sebagai aktivitas dari Pustaka Bergerak Indonesia Radmiadi menyebut kegiatan literasi merupakan sebuah kegiatan yang positif terutama dengan tujuan mencerdaskan dan menularkan minat baca di Lampung bukan hanya menjadi tugas pemerintah melainkan tanggung jawab masyarakat.

Kegiatan literasi keliling dengan penggunaan kendaraan berupa perahu, ATV Pustaka, Motor Pustaka di daerah lain juga mulai bermunculan. Misalnya adanya sejumlah rumah baca di antaranya di Desa Pulau Rimau Balak, rumah baca di Dusun Sumur Induk Kecamatan Ketapang serta di Dusun Keramat Desa Sumur.

Selain kegiatan berupa sosialisasi dan sekaligus diskusi literasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lampung Selatan juga melakukan kegiatan di Desa Kelawi yang dihadiri oleh Hasan Ashari selaku pegiat literasi dari Komunitas Pustaka Bergerak Lampung (KPBL), anggota Pokdarwis Desa Kelawi serta beberapa pegiat literasi termasuk aparat Desa Kelawi.

Ratusan buku bacaan berupa buku-buku bagi anak-anak di pedesaan bantuan dari pemerintah untuk rumah baca serta pegiat literasi di beberapa lokasi di wilayah Bakauheni juga diberikan dari Bupati Lampung Selatan. Serta para donatur termasuk buku Iqro dan beberapa Alquran yang akan diberikan ke Taman Pendidikan Alquran (TPA). Khususnya yang ada di wilayah Bakauheni yang saat ini sebanyak 16 rumah baca serta pojok baca sudah dibentuk dan mendapat dukungan dari Perahu Pustaka. Selain sharing pengalaman aktivitas sosialisasi tersebut juga diisi dengan diskusi serta tanya jawab aktivitas literasi juga membahas mengenai kendala dalam kegiatan literasi.

Aktivitas sejumlah pegiat literasi. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...