G20 Diminta Pastikan Pertumbuhan Berkelanjutan dan Pemulihan Ekonomi

WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) mendesak negara-negara G20 untuk terus menerapkan reformasi. Kebijakan tersebut dibutuhkan untuk menyeimbangkan kembali ekonomi mereka.

Selain itu, dengan reformasi diharapkan ada pertumbuhan secara keberlanjutan. Dengan reformasi, diyakini proses pemulihan ekonomi tidak akan berjalan dengan lambat.

“Setelah pemulihan yang lamban, pertumbuhan telah menguat dan kesenjangan output diperkirakan akan berakhir di sekitar separuh dari G20 pada 2018,” rilis IMF dalam catatan pengawasan G20 yang dipersiapkan untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu depan.

IMF menambahkan, banyak negara-negara maju terus melihat permintaan yang tidak mencukupi yang menyebabkan pertumbuhan inflasi di bawah target. Beberapa negara-negara berkembang menghadapi tantangan dari rendahnya harga komoditas.

Di negara-negara maju dan berkembang, pertumbuhan ekspansi produksi yang lambat dan produktivitas yang tersendat mengancam keberlanjutan pertumbuhan lebih tinggi. Utang publik dan swasta yang meningkat dan rebalancing eksternal yang macet, juga mengindikasikan bahwa ketidakseimbangan tetap berada di negara-negara G20.

“Momentum pertumbuhan saat ini adalah kesempatan untuk menerapkan kebijakan-kebijakan ini dan mempertahankan pemulihan,” kata IMF.

IMF menilai, rekomendasi kebijakannya, negara-negara maju, seperti AS dan Jepang, perlu melakukan rencana konsolidasi fiskal yang lebih ambisius untuk menurunkan utang publik, sementara beberapa negara-negara berkembang dan kawasan euro harus menangani kerentanan perusahaan dan bank.

Oleh karenany dibutuhkan aksi bersama untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan dapat diseimbangkan kembali. “Aksi bersama juga akan menjadi kunci sukses mengatasi guncangan baru yang mempengaruhi ekonomi global dan melestarikan keuntungan dari integrasi perdagangan global,” pungkas pernyataan tersebut. (Ant)

Lihat juga...